ADVERTISEMENT

Jadi Tersangka Pidana Jasa Keuangan, Sadikin Aksa Terancam 6 Tahun Penjara

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 11:58 WIB
Ilustrasi Mabes Polri
Foto: Ilustrasi Bareskrim Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo, Sadikin Aksa ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan oleh Bareskrim Polri. Sadikin Aksa terancam pidana penjara maksimal 6 tahun.

"Atas perbuatannya, SA disangka melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan denda paling sedikit Rp 5 miliar, atau pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp 15 miliar," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika dalam keterangan tertulis yang diberikan Divisi Humas Polri kepada wartawan, Kamis (11/3/2021).

Sadikin Aksa ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai mengabaikan perintah tertulis Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keponakan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla ini ditetapkan sebagai tersangka usai penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim melakukan gelar perkara.

"Atas perbuatan tersangka yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Helmy.

Helmy menjelaskan PT Bank Bukopin, Tbk. telah ditetapkan sebagai bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas sejak Mei 2018,. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak Januari hingga Juli 2020.

Dalam rangka upaya penyelamatan PT Bank Bukopin Tbk, OJK mengeluarkan kebijakan, salah satunya menerbitkan perintah tertulis melalui surat OJK nomor: SR-28/D.03/2020 kepada Sadikin Aksa pada 9 Juli 2020. Isi surat itu perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada tim technical assistance (TA) dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk dengan batas waktu pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.

"Akan tetapi PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut," ucap Helmy.

Helmy menjelaskan terkuak fakta setelah surat dari OJK diterbitkan, Sadikin Aksa mengundurkan diri sebagai Dirut Bosowa Corporindo pada 23 Juli 2020. Fakta itu berdasarkan hasil penyelidikan.

"Pada 24 Juli 2020, SA masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham bank Bukopin maupun pertemuan dengan OJK pada tanggal 24 Juli 2020, namun tidak menginformasikan soal pengunduran dirinya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo," jelas Helmy.

"SA pada tanggal 27 Juli 2020 juga mengirimkan foto Surat Kuasa melalui aplikasi WhatsApp kepada Dirut Bank Bukopin dengan mencantumkan jabatannya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo, lanjut Helmy Santika.

Simak juga 'Oknum Pegawai Disdikbud Sulbar Ditahan, Diduga Korupsi DAK 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT