Menhub Berencana Vaksinasi COVID-19 Pekerja Transportasi Umum Ojek-Pilot

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 12:45 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap pekerja di bidang transportasi umum. Budi menyebut sasaran vaksinasi yang dimaksud adalah ojek pangkalan, ojek online, sopir, awak kapal, kereta, hingga pesawat.

"Saya sudah berbicara dengan Pak Sekjen, kita harus juga melakukannya (vaksinasi COVID-19) kepada pelaku transportasi dari ojek pangkalan, ojek online, sopir, sopir taksi terutama. Sopir bus, nakhoda, anak awak kapal, kereta api, bahkan sampai ke pilot dan pramugari yang setiap hari berhubungan dengan masyarakat," kata Menhub Budi di gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021).

Budi mengatakan pekerja di bidang transportasi umum masuk dalam prioritas penerima vaksin COVID-19. Alasannya, mereka memerlukan kepercayaan diri dalam melaksanakan pekerjaan, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Confident-confident ini penting kita dapatkan, kita lakukan agar mereka juga dengan berani dan tulus melayani masyarakat. Kita juga tahu bahwa simbol transportasi dan pergerakan transportasi sebenarnya potensial menjadi titik tular," terang Menhub Budi.

"Kalau kita sudah menyelesaikan titik tular, satu sisi pekerja transportasi ini, dia confident dan melaksanakan dengan tulus. Dia juga tidak menjadi faktor perantara untuk penularan ke tempat yang lain," tambahnya.

Rencananya vaksinasi COVID-19 ini dimulai Selasa (16/3) atau Rabu (17/3) pekan depan di kawasan Stasiun Gambir, Jakpus. Budi pun sudah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengirim surat ke Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk mengizinkan pelaksanaan vaksinasi terhadap pekerja bidang transportasi umum.

"Saya dalam kesempatan ini minta kepada Pak Presiden, juga sudah mengirim surat kepada Menkes. Tahap pertama ini kita menargetkan sejumlah yang akan kita lakukan minggu depan ini, dan insyaallah mungkin Selasa atau Rabu di Gambir," ujarnya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Selain itu, Budi menyampaikan jatah vaksin untuk Kemenhub dari Kementerian BUMN. Budi Karya pun mengaku telah berupaya agar pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ini digelar secepatnya.

"Sebagian lagi kami mendapat jatah dari Kementerian BUMN. Terima kasih, Pak Erick (Menteri BUMN Erick Thohir) sudah memberikan jatah kepada kami. Saya pikir ini memang harus dilakukan secara kolektif secara bersama-sama, agar percepatan ini terjadi. Percepatan ini juga bisa memberikan suatu confident pada masyarakat yang tadinya anti bahwa 'vaksin itu tidak perlu'," katanya.

"Saya meyakini bahwa ini sangat perlu. Bagaimana asosiasi pilot, asosiasi awak kabin, dari ojol, dari opang, dari sopir taksi, dari awak kapal, itu secara formal kirim surat kepada saya untuk minta (vaksinasi)," sambungnya.

Saat ini, lanjut Budi, Kemenhub masih terus mendata para calon peserta vaksinasi yang rencananya digelar pekan depan. Salah satu 'pekerjaan rumah' Kemenhub dalam mendata peserta vaksinasi COVID-19 adalah pengemudi ojek pangkalan.

"Kami lagi inventarisasi. Karena ini kan menyangkut banyak orang. Seperti opang itu kan datanya harus akurat. Kalau ojol gampang. Tapi ojol pun tidak semua bisa diberikan, karena yang aktif kan tertentu, jadi jumlahnya belum," terang dia.

"Tetapi simpul-simpul atau kelompok-kelompok yang terorganisasi relatif sudah kita lalui semuanya. Organda, berarti dia sopir taksi, sopir bus, juga ojol," tambah Budi.

(aud/aud)