Beda 2 Jenderal Divonis Bui: Prasetijo Menerima, Napoleon Lebih Baik Mati

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 10:57 WIB
Mantan Kadivhubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara. Ia terbukti bersalah menerima suap USD 370 ribu dan SGD 200 ribu dari Djoko Tjandra
Ekspresi Irjen Napoleon Bonaparte setelah divonis 4 tahun bui (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo bereaksi berbeda kala divonis 4 tahun dan 3,5 tahun penjara karena menerima suap dari Djoko Tjandra di kasus penghapusan red notice. Prasetijo menerima putusan itu, sementara Napoleon lebih baik mati dibanding harus dibui.

Brigjen Prasetijo Utomo divonis 3 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Prasetijo dengan tegas menjawab menerima putusan itu.

Awalnya hakim ketua Muhammad Damis menjelaskan tentang aturan mengenai penerimaan atau keberatan atas putusan hakim. Hakim Damis mengatakan Prasetijo sebagai terdakwa berhak menerima putusan atau pikir-pikir. Damis juga menjelaskan tentang upaya grasi.

"Terakhir, oleh karena pidana yang dijatuhkan oleh dari lebih dari 2 tahun, maka berdasarkan UU grasi, Saudara dapat menyatakan putusan untuk selanjutnya ajukan permohonan grasi atau ampun kepada Presiden. Silakan Saudara sikapi seperti apa," ujar hakim Damis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).

"Saya menerima, Yang Mulia," tegas Prasetijo dalam sidang.

Brigjen Prasetijo Utomo menjalani sidang vonis kasus red notice Djoko Tjandra. Prasetijo divonis 3 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.Brigjen Prasetijo Utomo menjalani sidang vonis kasus red notice Djoko Tjandra. Prasetijo divonis 3 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. (Ari Saputra/detikcom)

Hakim juga mempersilakan Prasetijo mengajukan permohonan banding jika sewaktu-waktu berubah pikiran. Jaksa atas putusan ini pun mengajukan pikir-pikir.

Sementara itu, pengacara Prasetijo, Rolas Sitinjak, mengatakan akan berdiskusi lagi dengan Prasetijo. Rolas menilai pernyataan Prasetijo yang mengaku menerima putusan hakim itu emosional.

"Pak Pras menerima putusan tersebut, tetapi di dalam perkara seperti yang majelis katakan siapa tahu beliau nanti berubah mencabut, upaya banding semasa durasi kurun waktu apakah dia mau cabut atau terima," jelas Rolas seusai sidang.

"Sebagaimana diskusi kami dengan Pak Prasetijo tadi pagi, bagaimanapun, putusan pengadilan ini harus hormati. Tapi kita masih punya upaya. Nah, habis ini diskusi lagi dengan beliau, apakah diteruskan atau sifatnya emosional, apakah itu akan dicabut, nanti kita lihat lagi bagaimana dari Pak Pras sendiri," lanjutnya.

Menurut Rolas, perkara Prasetijo tentang surat jalan palsu Djoko Tjandra juga sedang dilakukan banding. Namun, kata dia, proses bandingnya saat ini belum turun.

Simak video 'Divonis 4 Tahun Penjara, Irjen Napoleon: Lebih Baik Saya Mati!':

[Gambas:Video 20detik]