Hakim: Tindakan Napoleon Tak Kesatria Ibarat Lempar Batu Sembunyi Tangan

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 18:11 WIB
Mantan Kadivhubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara. Ia terbukti bersalah menerima suap USD 370 ribu dan SGD 200 ribu dari Djoko Tjandra
Irjen Napoleon Bonaparte (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis 4 tahun kepada Irjen Napoleon Bonaparte terkait kasus suap red notice Djoko Tjandra. Dalam pertimbangannya, hakim menilai perbuatan Napoleon tidak kesatria seperti aparat penegak hukum.

"Keadaan yang memberatkan, perbuatan terdakwa sebagai anggota Polri dapat menurunkan citra, wibawa, dan nama baik Polri. Terdakwa dapat dikualifisir tidak kesatria, ibarat lempar batu sembunyi tangan, berani berbuat tetapi menyangkal perbuatannya," tegas hakim ketua Muhammad Damis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).

Napoleon juga dinilai hakim tidak pernah merasa bersalah atas perbuatannya. "Terdakwa sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas terjadinya tindak pidana dalam perkara ini," kata hakim.

Adapun hal yang meringankan, Napoleon bersikap sopan selama persidangan. Selain itu, Napoleon belum pernah dijatuhi pidana.

"Terdakwa telah mengabdi sebagai anggota Polri selama lebih dari 30 tahun, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga. Selama persidangan terdakwa hadir dengan tertib, tidak pernah bertingkah dengan macam-macam alasan, yang dapat membuat persidangan tidak lancar," jelas hakim.

Hakim juga menilai putusan 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan ini sudah adil. Hakin mengatakan tidak sependapat dengan tuntutan jaksa yang dinilai terlalu ringan.

"Majelis hakim tidak sependapat dengan penuntut umum tentang lamanya pidana sebagaimana yang dimohonkan oleh penuntut umum dalam tuntutan pidananya. Menurut hemat majelis hakim, pidana sebagaimana tuntutan pidana penuntut umum terlalu ringan untuk dijatuhkan kepada terdakwa," ucapnya.

"Menimbang berdasarkan hal-hal di atas, menurut pendapat majelis hakim, pidana sebagaimana pada amar putusan sudah layak dan setimpal, serta memenuhi rasa keadilan untuk dijatuhkan kepada terdakwa," lanjutnya.

Dalam sidang ini, Napoleon terbukti bersalah menerima suap USD 370 ribu dan SGD 200 ribu dari Djoko Tjandra berkaitan penghapusan red notice/DPO di Imigrasi. Hakim mengatakan sejumlah saksi dan barang bukti telah menunjukkan adanya pemberian uang dari Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi kepada Irjen Napoleon.

Napoleon terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak Video: Irjen Napoleon Goyang TikTok Usai Divonis 4 Tahun Bui

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)