Preman Mafia Tanah di Jakpus Ngaku Dibayar Lawyer Rp 150 Ribu Duduki Lahan

Rahmat Fathan - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 20:09 WIB
Oknum pengacara diduga terlibat mafia tanah ditangkap Polres Jakpus.
Oknum pengacara diduga terlibat mafia tanah ditangkap Polres Jakpus. (Rahmat Fathan/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap oknum pengacara berinisial ADS membayar preman untuk menduduki sebidang lahan di Kemayoran, Jakarta Pusat. Para preman itu dibayar sejumlah uang oleh tersangka ADS.

"Disuruhnya menduduki lahan tersebut. Dibayar harian. Rp 150 ribu per hari," ujar salah satu tersangka AS saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakpus, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

Selain AS, polisi menangkap delapan tersangka lainnya, yakni HK, EG, RK, MH, YB, WH, dan LR. Para pelaku ini berperan mengintimidasi warga.

"Mereka datang ke lokasi dan melakukan intimidasi, memaksa penghuni tanda tangani kertas surat pengosongan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin.

Burhanuddin menjelaskan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait adanya aksi premanisme yang diduga mafia tanah. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (25/2) di Jalan Bungur Besar Raya Nomor 50, Kemayoran, Jakpus.

"Bermula adanya sekelompok orang atau preman menerima surat kuasa dari orang yang mengaku memiliki lahan tersebut. Dengan surat kuasa tersebut, penasihat hukumnya mengumpulkan teman-temannya dalam jumlah lebih-kurang 20 orang," ucap Burhanudin.

Menurut Burhanudin, para pelaku premanisme tersebut melakukan intimidasi, memaksa para penghuni menandatangani surat pengosongan lahan, hingga menutup akses jalan. Kata dia, lahan tersebut merupakan sebuah kawasan yang terdapat ruko-ruko hingga rumah kos.

"Warga sekitar 50 orang (yang menjadi korban). Kalau areanya, permukiman dan perkantoran," kata Burhanuddin.

Dia mengatakan ada beberapa pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran. Burhanudin berujar pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku yang hendak diburu tersebut.

"Masih ada pelaku-pelaku lain dalam pengejaran, termasuk dalang dari tindakan ini," tuturnya.

Selanjutnya, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa 3 lembar seng, balok kayu, 1 lembar papan bertulisan 'Tanah Ini Milik IKKI (Induk Koperasi Kopra Indonesia) Dikuasakan Kepada Antonius Djuang & Rekan', serta 4 buah bantal. Adapun para pelaku akan dijerat Pasal 335 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara.

(mea/mea)