Round-Up

Perkara Dugaan Mafia Tanah di Pusat Jakarta Seret Oknum Pengacara

Tim - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 07:45 WIB
Oknum pengacara diduga terlibat mafia tanah ditangkap Polres Jakpus.
Foto: Oknum pengacara diduga terlibat mafia tanah ditangkap Polres Jakpus. (Rahmat Fathan/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap 9 orang terkait kasus dugaan mafia tanah di Kemayoran. Dari 9 orang itu, salah satunya adalah seorang oknum pengacara.

Polisi mengungkap keterlibatan oknum pengacara dalam kasus tersebut. Oknum pengacara berinisial ADS itu diduga telah menggerakkan preman untuk menduduki lahan di Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kasus ini bermula ketika polisi menerima laporan adanya aksi premanisme. Warga melapor kerap diintimidasi oleh preman.

"Bermula adanya sekelompok orang atau preman menerima surat kuasa dari orang yang mengaku memiliki lahan tersebut. Dengan surat kuasa tersebut, penasehat hukumnya mengumpulkan teman-temannya dalam jumlah lebih kurang 20 orang," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin dalam jumpa pers di kantornya, Jl Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

Polisi menerima laporan tersebut pada 3 Maret 2021. Adapun lahan yang ditempati oleh para preman itu terletak di Jalan Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Di lahan itu ada permukiman, ada ruko, ada perkantoran, ada kos-kosan," ujarnya.

Libatkan Oknum Pengacara

Sembilan orang ditangkap polisi terkait kasus ini. Dari sembilan tersangka adalah seorang pengacara berinisial ADS.

Selain ADS, polisi menangkap 8 tersangka lainnya yakni AS, HK, EG, RK, MH, YB, WH, dan LR. Para pelaku ini berperan mengintimidasi warga.

"Kami juga mengamankan oknum penasehat hukum. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan kita, sudah melebihi tugas yang seharusnya yang bersangkutan lakukan. Sehingga yang bersangkutan (Antonius Djuang) kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Burhanuddin kepada wartawan di Polres Metro Jakpus, Selasa (9/3/2021).

Burhanuddin menjelaskan lokasi lahan yang hendak dikuasai para pelaku berada di Jalan Bungur Besar Raya Nomor 50, Kemayoran, Jakpus. Dia berujar korban dalam kasus ini mencapai puluhan orang.

"Warga sekitar 50 orang. (Di lahan tersebut) ada pemukiman, ada ruko, ada perkantoran, ada kosan-kosan," ucapnya.

Simak juga video 'Gandeng BPN, Polda Metro Perkuat Kolaborasi Berantas Mafia Tanah!':

[Gambas:Video 20detik]



Di halaman selanjutnya, pengacara menggerakkan preman untuk kuasai lahan

Selanjutnya
Halaman
1 2