ADVERTISEMENT

Ketua KPK Bicara Bukti dari Isu Buron Meninggal: Nisannya di Mana?

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 17:08 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi G Sadikin (kanan) dan Plt Jubir KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati memberi pernyataan pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Ketua KPK Firli Bahuri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri berbicara terkait isu buron KPK meninggal. Firli enggan menyatakan itu karena belum menemukan nisannya.

"Kalau terkait dengan hidup atau sudah meninggalnya, tentu kita membutuhkan bukti. Sampai hari ini belum ada kabar berita ada seseorang para DPO itu yang dikuburkan karena meninggal dunia, dan belum juga kita menemukan nisan di mana dia dimakamkan dan siapa yang memakamkan," kata Firli dalam rapat bersama Komisi III DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Firli mengatakan tiga dari tujuh buron KPK berada di luar negeri. Sedangkan empat orang lainnya belum bisa dipastikan keberadaannya.

"Terkait dengan DPO. Dari tujuh, itu kami pastikan kalau tiga orang itu ada di luar, Pak, karena memiliki permanent residence di luar. Tapi kalau yang empat orang kami tidak bisa memastikan apakah masih di Indonesia atau di luar negeri," ujarnya.

Sebelumnya, isu buron KPK Harun Masiku meninggal pernah diungkapkan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Dia mengklaim mendapat informasi akurat dari jaringannya mantan intelijen.

Saat dimintai konfirmasi detikcom, Boyamin menyuruh detikcom mengutip pernyataan dia dalam sesi wawancara di akun YouTube Karni Ilyas, Karni Ilyas Club. Di video dengan judul BOYAMIN SAIMAN "DETEKTIF PARTIKELIR" HARUN MASIKU SUDAH MENINGGAL !?', Boyamin bercerita soal keyakinannya tersebut.

Boyamin dulu pernah memberikan informasi soal lokasi keberadaan Djoko Tjandra saat berstatus buron. Kini Djoko Tjandra sudah ditangkap.

"Jaringan saya menyebutkan Harun Masiku sudah tidak ada atau meninggal tanda kutipnya, tidak tahu seperti apa," ucap Boyamin.

Menurut Boyamin, informasi itu diberikan bukan oleh informan sembarangan. Dia menyebut jaringannya itu jaringan terbaiknya.

"Jaringan terbaik saya loh. Jujur, ada beberapa pensiunan di lembaga intelijen. Beberapa mengatakan ke saya, itu (Harun) sudah meninggal," katanya.

Kini, isu buron KPK meninggal disinggung oleh anggota Komisi III fraksi PAN Sarifuddin Sudding dalam rapat. Sudding menanyakan keberadaan tujuh buron KPK itu.

"Ada beberapa yang masih DPO, dalam kaitan menyangkut masalah kasus-kasus yang ditangani oleh KPK masih ada tujuh DPO Pak, ada 10 DPO tiga orang yang sudah ditangkap dan masih ada tujuh yang menjadi DPO dalam kaitan menyangkut masalah perkara yang ditangani oleh KPK, ada HM, lalu kemudian, KK, SN, ISN, IH, SJ, dan ST," kata Sudding dalam rapat, Rabu (10/3).

"Dari tujuh DPO yang belum tertangkap ini, menurut dugaan KPK masih dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, masih hidup atau di mana, Pak?" lanjut Sudding. Sudding meminta penjelasan KPK terkait hal ini.

"Saya kira ini perlu dijelaskan supaya tidak memunculkan pertanyaan di publik karena kalau dilihat latar belakangnya para DPI ini juga kan seorang yang ya kita tau lah ya, ini HM juga kan orang dari sana. Apakah ada kekuatan besar di baliknya sehingga sampai sekarang belum ditemukan ini orang ini," kata Sudding.

(eva/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT