ADVERTISEMENT

Eksepsi Ari Askhara Ditolak, Sidang Kasus Selundupan Harley Berlanjut

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 15:58 WIB
Sidang Eks Dirut Garuda Ari Askhara
Ilustrasi suasana Sidang Ari Askhara (Foto: Dok. Istimewa)

Kemudian, Rizal Pahlevi menemukan ada yang menjual secara online sepeda motor Harley-Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980 dalam keadaan tidak baru seharga sekitar 9.500 euro. Rizal Pahlevi lalu mengirimkan link penjualan motor itu ke Ari, terdakwa Ari Askhara lalu meminta Rizal Pahlevi melakukan tawar-menawar dengan penjual.

Rizal Pahlevi melakukan pertemuan dengan penjual motor Harley-Davidson tersebut di Brussel. Harga motor Harley-Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980 dalam keadaan tidak baru itu disepakati senilai 9.000 euro.

Selanjutnya, Rizal Pahlevi melaporkan ke Ari Askhara terkait harga motor Harley-Davidson tersebut, tetapi Ari Askhara tidak langsung merespons. Kemudian, pada awal bulan Mei 2019, Ari Askhara meminta Rizal Pahlevi untuk menalangi terlebih dulu pembelian motor Harley-Davidson tersebut, akan tetapi dijawab oleh Rizal Pahlevi tidak punya uang. Oleh karenanya, Ari Askhara meminta agar memakai uang Garuda Indonesia cabang kantor Amsterdam terlebih dahulu.

"Kemudian terdakwa I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra memerintahkan secara lisan melalui telepon kepada saksi Mohammad Rizal Pahlevi untuk menghubungi saksi Kabel Silalahi selaku Finance Manager PT Garuda Indonesia Tbk Branch Office Amsterdam dan mempergunakan terlebih dahulu uang milik PT Garuda Indonesia Tbk Branch Office Amsterdam yang tersimpan di Bank ABN AMRO Amsterdam," ujarnya.

Atas perintah Ari Askhara, pada tanggal 2 Mei Kabel Silalahi, dan diketahui Julianus Egbert Loupatty selaku Finance Supervisor, melakukan penarikan tunai dari Rekening PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk Branch Office Amsterdam yang tersimpan di Bank ABN AMRO, sebanyak 5 kali penarikan.

Kemudian uang tunai tersebut diserahkan saksi Kabel Silalahi kepada Rizal Pahlevi. Selanjutnya uang tersebut dibayarkan oleh terdakwa Ari Askhara pada tanggal 13 Mei 2019 ke kantor Garuda Indonesia cabang Amsterdam sebanyak Rp 149 juta melalui Kabel Silalahi dengan menggunakan nomor rekening milik Deka Maheswara.

"Setelah mendapatkan uang pembelian sepeda motor dari saksi Kabel Silalahi kemudian saksi Mohammad Rizal Pahlevi menghubungi penjual dan melakukan pembayaran sepeda motor Harley-Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980 dalam keadaan tidak baru secara tunai dan tanpa kwitansi serta tanpa surat kendaraan," ujarnya.

Selanjutnya sepeda motor tersebut diantar penjual ke rumah dinas Mohammad Rizal Pahlevi di Amsterdam Belanda. Kemudian Rizal Pahlevi bersama Kabel Silalahi melakukan foto bersama di atas sepeda motor Harley-Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980. Setelah itu, foto dikirimkan kepada terdakwa Ari Askhara.

Saat barang itu dikirim ke Indonesia, Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir membongkar penyelundupan tersebut pada Desember 2019. Erick Thohir kemudian memecat sejumlah direktur yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk Ari.


(asp/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT