Diancam Dipolisikan Kubu KLB Deli Serdang, Andi Mallarangeng: Kalap!

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 10:58 WIB
Jakarta -

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng diancam dipolisikan kubu yang mengklaim kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang karena diduga menuduh pemerintah mengintervensi dan mendukung KLB itu. Andi mengatakan dia tidak pernah menuduh pemerintah, tapi dia akan menghadapinya jika memang dilaporkan.

"Katanya saya akan dipolisikan, atas ucapan saya di salah satu acara televisi. Saya sendiri tidak tahu yang mana yang dimaksud, karena tidak ada info lebih lanjut. Dan saya juga merasa tidak pernah menuduh pemerintah seperti itu. Tapi tentu saja akan saya hadapi dengan baik," kata Andi, ketika dihubungi, Rabu (10/3/2021).

Andi mengatakan kubu KLB Deli Serdang sudah tak bisa berkilah dan kehabisan argumen. Sehingga, menurut Andi Mallarangeng, mereka mencari kesalahan untuk mempolisikannya.

"Karena sudah tidak bisa lagi berkilah, tak bisa lagi ngeles, karena yang abal-abal sudah kelihatan sebagai abal-abal. Mungkin karena sudah kehabisan akal, tidak mampu lagi berdebat, argumen sudah habis, dan rakyat pun sudah tahu akal-akalan mereka. Lalu kalap, mengancam akan mengadukan ke polisi," ujarny.

Andi menegaskan ancaman pelaporan polisi itu tidak akan menyurutkan langkah kader PD untuk mengawal tuntas kisruh KLB Deli Serdang. "Mungkin mereka pikir, dengan diancam, kami akan bungkam, takut, lalu nerimo KLB abal-abal dengan ketumnya yang abal-abal pula," ujarnya.

"Tidak, ancaman seperti ini tidak akan menyurutkan saya, tidak akan menyurutkan kami, kader Demokrat sejati, untuk melawan kezaliman, melawan begal politik yang mau mengambil-alih secara paksa kepemimpinan partai kami. Kita akan lawan, every step of the way. Insyaallah, kebenaran akan menang," lanjut Andi.

Sebelumnya, kubu KLB Deli Serdang menyebut Andi Mallarangeng telah menuduh secara terang-terangan bahwa pemerintah mengintervensi Partai Demokrat dan mendukung KLB.

"Andi Mallarangeng di salah satu TV menuduh dengan terang-terangan dengan mengatakan pemerintah telah mengintervensi Partai Demokrat karena mendukung KLB. Ini akan kami laporkan kepada pihak yang berwajib," kata Kepala Komunikasi Publik versi KLB PD, Razman Arif Nasution, saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Selasa (9/3).

(eva/gbr)