detikcom Do Your Magic

Kurangi Kendaraan di LEZ Kota Tua, Dishub DKI Atur Lalin Kampung Bandan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 19:44 WIB
Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan penerapan zona emisi atau low emission zone di kawasan Kota Tua. Namun hingga kini masih ada pengendara yang menerobos kawasan tersebut.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan berusaha mengurangi volume kendaraan masuk ke kawasan rendah emisi (low emission zone/LEZ) Kota Tua Jakarta. Salah satu langkahnya, Dishub akan merekayasa lalu lintas di Jalan Kampung Bandan.

"Memang tahap awal itu akan ada kepadatan di beberapa jalan alternatif karena otomatis seluruh kendaraan yang tadinya melintasi beberapa ruas jalan yang sekarang diterapkan LEZ itu dialihkan ke sana, tapi kami juga melakukan rekayasa lalu lintas," ucap Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

"Ada larangan masuk dari beberapa arah, misalnya dari RE Martadinata ke Kampung Bandan. Ini kita akan melakukan pelarangan dan juga volume lalu lintas yang berada di area Kampung Bandan juga turun yang dari arah timur ke arah barat kemudian yang dari arah Jalan Kunir itu bisa melintas sampai kawasan RE Martadinata," kata Syafrin.

Diketahui, Jalan Kampung Bandan bukanlah jalan yang ditutup karena ada penerapan LEZ Kota Tua. Namun, jalan ini menghubungkan antara Jl Kunir dan Jl Kemukus, yang jadi area LEZ, menuju Jl RE Martadinata.

Menurut Syafrin, kawasan Kota Tua Jakarta, hanya jadi area perlintasan perjalanan. Kawasan Kota Tua lebih digunakan sebagai kawasan wisata, sehingga, bisa diterapkan area bebas kendaraan bermotor.

"Sebagaimana kita ketahui kawasan Kota Tua itu biasanya menjadi lintasan saja, jadi warga dari kawasan utara menuju ke pusat itu biasanya menjadikan kawasan Kota Tua sebagai lintasan atau sebaliknya, dan oleh sebab itu karena memenuhi hak karakteristik pergerakan masyarakat di sana bukan menjadikan kendaraan bermotor pribadi dalam hal ini tidak menjadikan kawasan kota tua sebagai destinasi, akhirnya kita lakukan menjadi kawasan LEZ," katanya.

Syafrin menyebut kawasan LEZ sudah memberi dampak baik terhadap kualitas udara. Dengan begitu, Kota Tua bisa mengundang wisatawan domestik maupun internasional.

"Kita ingin di Kawasan Kota Tua polusi udaranya itu turun sehingga pengelolaan kawasan itu lebih baik dan kota tua menjadi destinasi wisata favorit dari turis ataukah itu turis domestik atau internasional yang datang ke Jakarta. Nah dari hasil evaluasi kami bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup memang terjadi perbaikan kualitas udara di kawasan Kota Tua setelah diterapkan LEZ dari situ perjalanan lalu lintas," katanya.

Bagaimana kondisi kemacetan di LEZ Kota Tua. Simak di halaman selanjutnya.