KPK Panggil 6 Saksi Terkait Kasus Pengadaan Mesin Giling Tebu di PTPN XI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 11:29 WIB
Gedung baru KPK
Ilustrasi gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK tengah mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin penggilingan tebu di pabrik gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) tahun 2015-2016. Penyidik memanggil sejumlah saksi untuk diperiksa hari ini.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut ada enam saksi yang dipanggil hari ini. Pemeriksaan akan dilakukan di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Mereka dipanggil untuk diperiksa menjadi saksi untuk perkara TPK (tindak pidana korupsi) pengadaan dan pemasangan six roll mill di pabrik gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara XI periode 2015-2016," kata Ali kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

Berikut nama-nama yang dipanggil KPK sebagai saksi hari ini:

1. Aris Toharisman (EVP PTPN Holding);
2. Indah Electrin Hatagaol (Commercial Head Division DF & PD PT SIEMENS INDONESIA tahun 2014-2019);
3. Imam Subekin (Sales Honda Citra Cakra);
4. Merry Novianty (Manager Marketing dari PT Cipta Tehnik Abadi periode tahun 2002-sekarang);
5. Sugeng Juantoro Wiji Utomo (Karyawan PTPN XI Driver);
6. Pudji Rahayuningtyas (karyawan swasta).

KPK diketahui sedang mengusut dugaan korupsi di pabrik gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI). Dugaan korupsi di pabrik tersebut terkait pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin penggilingan tebu.

"Saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan TPK (tindak pidana korupsi) terkait pengadaan dan pemasangan six roll mill di pabrik gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara XI periode 2015-2016," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (21/1).

Ali belum membeberkan konstruksi perkara tersebut. Para tersangka kasus ini juga masih belum diungkap.

"Sebagaimana kebijakan pimpinan KPK saat ini, bahwa untuk publikasi konstruksi perkara dan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pada saat telah dilakukan upaya paksa, baik penangkapan maupun penahanan terhadap para tersangka dimaksud," ucap Ali.

Simak juga 'Dirut Sarana Jaya Tersangka: Dicopot Anies dan Penampakan Lahannya':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/haf)