Round-Up

Walkot Makassar Vs Plt Gubernur Sulsel Soal Nasib Stadion Mattoanging

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 07:10 WIB
Stadion Mattoanging Sulsel
Stadion Mattoanging (Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom)
Jakarta -

Walkot Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto berbeda pendapat dengan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman soal nasib Stadion Mattoanging. Danny menolak pembangunan stadion tersebut dan menyarankan diubah menjadi lapangan mini untuk anak-anak.

Stadion Andi Mattalatta di kawasan Mattoanging ini mulai dibangun atas inisiasi Gubernur Nurdin Abdullah dengan anggaran Rp 1,1 triliun. Andi Arwin beberapa waktu lau mengatakan anggaran sebesar itu diharapkan bisa dimanfaatkan agar Pembangunan Mattoanging selesai sesuai target pada 2022.

"Alokasi anggaran tersedia di APBD 2021 hingga 2022 sebesar Rp 1,1 triliun, dan manajemen konstruksi Rp 30 miliar. Sehingga ini dipastikan kegiatan pembangunan stadion Mattoanging berjalan sesuai kita harapkan bersama," kata Arwin melalui keterangannya, Rabu (10/2) lalu.

Namun penolakan datang dari Danny Pomanto. Dia meminta amdal lalin proyek Stadion Andi Mattalatta di kawasan Mattoanging dikaji ulang.

"Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) bukan salah satu persyaratan membangun (stadion), tetapi harus ada namanya, advice planning (AP), izin peruntukan tepat atau tidak itu belum ada, apalagi IMB," kata Danny kepada wartawan di DPRD Kota Makassar, Selasa (2/3/2021).

Menurut Danny, evaluasi amdal pembangunan proyek Stadion Mattoanging perlu ditinjau ulang lantaran perencanaan tata ruang untuk pembangunan stadion di Makassar berada di kawasan Barombong, bukan di kawasan Mattoanging. Dia juga menyebut keluarnya amdal untuk pembangunan stadion di kawasan Mattoanging tidak benar.

"Kalau soal itu, siapa pun yang bikin amdal itu dan mengatakan amdal itu benar, sini berdebat sama saya, saya tahu ini barang. Ini (pembangunan Mattoanging) tidak sesuai dengan kondisi, ini teman-teman di Unhas sampaikan komplainnya sama saya, jadi saya bilang tunggu saja, jadi bukan hanya macet tapi ini macet sekali," jelasnya.

Ada dua megaproyek yang disoroti Danny Pomanto di Makassar. Dua proyek tersebut adalah pembangunan Stadion Mattoanging dan pembangunan Gedung Twin Tower di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

"Ide desain Twin Tower, ide desain Stadion (Mattoanging) itu bagus, tapi tempatnya yang salah. Maka kalau ide itu mau digunakan, silakan cari tempat yang pas tata ruangnya," kata Danny kepada wartawan di Makassar, Rabu (3/3/2021).

Danny menegaskan 2 megaproyek yang digagas Nurdin Abdullah itu melanggar aturan tata ruang yang ada di Kota Makassar. Dia tidak terima jika aturan tata ruang harus dilanggar demi sebuah proyek pembangunan yang besar.

"Apa gunanya kita bikin tata ruang kalau untuk dilanggar, itu contoh yang kurang bagus. Masa kalau pelanggaran tata ruang orang kecil ditindaki terus kita suka-suka dengan tata ruang (kalau untuk pembangunan besar)," ujarnya.

Menurut Danny, jika Pemprov Sulsel hendak membangun kawasan olahraga, lokasi pembangunannya secara aturan tata ruang harus berada di wilayah Barombong.

"Jadi seperti Stadion (Mattoanging) itu idenya bagus, desainnya bagus, tempatnya yang salah. Kalau tempat olahraga itu (tata ruangnya) di Barombong," tegasnya.

"Atau siapa tahu Stadion Barombong (yang terhenti pembangunannya) itu tidak mau (dibangun), silakan bangun 2 stadion di situ. Pertama di dunia 2 stadion bersampingan," lanjutnya.

Simak juga 'Stadion Mattoanging, Gubernur: Mau Dibangun Standar Internasional':

[Gambas:Video 20detik]



Danny mengaku akan segera berkoordinasi dengan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman terkait penolakannya terhadap pembangunan Mattoanging. Dia menegaskan, pelanggaran pembangunan Mattoanging terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar tentang rencana tata ruang tidak bisa ditawar.

"Kalau pelanggaran harus bilang pelanggaran, kalau baik harus bilang baik, saya kan bilang, itu Stadion ide bagus, desain juga bagus, tapi tempatnya yang salah kan," kata Danny.

Atas adanya Perda itu, Danny menegaskan sulit bagi Pemkot Makassar menerima kelanjutan pembangunan Mattoanging, meski nantinya ada rapat koordinasi bersama Plt Gubernur Sulsel.

"Susah (dilanjutkan Mattoanging) karena itu peraturan, kecuali Perda-nya diubah," ujarnya.

Danny lalu menyarankan Pemprov Sulsel untuk mengubah rencana pembangunan Stadion Mattoanging menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang berisi 10 lapangan sepak bola mini. Nantinya 10 lapangan sepak bola mini di Mattoanging dapat menjadi tempat anak-anak bermain bola dan mengembangkan bakat.

"Sama dengan sepak bola juga, semangat sepak bola, tetapi (ruang terbuka) hijau kita bikin. Di situ legenda-legenda sepakbola (PSM Makassar) kita bikin semua di situ, patungnya Ramang (Andi Ramang legenda pemain PSM Makassar), jadi kita bisa bikin di situ khusus untuk sepakbola, selesai persoalan," jelasnya.

Lalu apa kata Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman? Andi Sudirman hanya mengisyaratkan, semua proyek yang sedang digarap Pemprov Sulsel saat ini berpotensi dilanjutkan, hanya melihat kesiapan anggaran.

"Semua berpotensi dilanjutkan, tinggal kita melihat nanti anggaran yang mana kita punya, yang mana kita kerjakan," kata Andi Sudirman kepada wartawan di Makassar, Senin (8/3/2021).

(knv/isa)