Peserta KLB PD Sumut Ngaku Diimingi Rp 100 Juta, tapi Cair Rp 5 Juta

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 20:32 WIB
AHY bersama salah seorang eks Wakil Ketua DPC PD di Sulut
AHY bersama eks Wakil Ketua DPC PD di Sulut (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Mantan Wakil Ketua DPC Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Partai Demokrat (PD) Gerald Piter Runtuthomas mengaku dirinya ikut agenda yang disebut KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara, karena diimingi uang sebesar Rp 100 juta. Namun, Gerald mengaku hanya mendapatkan Rp 5 juta dari janji Rp 100 juta itu.

"Saya ikut karena diiming-imingi uang besar Rp 100 juta, yang pertama, kalau sudah datang di lokasi akan mendapatkan 25 persen dari Rp 100 juta, yaitu Rp 25juta. Selesai KLB akan mendapatkan sisanya yaitu Rp 75 juta. Tapi nyatanya, kita cuma dapet uang Rp 5 juta," kata Gerald, dalam video testimoni yang diputar dalam jumpa pers di Gedung DPP PD, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021).

Gerald mengaku diajak ikut KLB oleh salah satu eks direksi eksekutif PD, Veckey Gandey. Gerald diajak pada 18 Februari 2021 melalui pesan WhatsApp.

"Jadi saya jelaskan di sini bagaimana kronologis terjadinya kongres luar biasa, mulai dari awal, siapa yang menghubungi saya dan mengajak saya. Yang pertama yang mengajak saya untuk ini adalah salah satu kader partai Demokrat yang sudah dinonaktifkan dari jabatannya, sebagai direksi eksekutif dan sudah dicabut kartu anggotanya sebagai anggota Partai Demokrat. Pada tanggal 18 Februari, dia mengajak saya melalui WhatsApp untuk mengikuti kongres," jelas Gerald.

"Dan disampaikan oleh pak Vecky, ikut kongres luar biasa ini memilih Ketua Umum yang baru yang langsung dikatakan adalah Pak Moeldoko, bahwa kita gerbong sekarang adalah Pak Moeldoko," sambungnya.

Awalnya Gerald sempat menolak mengikuti KLB tersebut. Setelah itu, ia langsung menghubungi Ketua DPC PD Ishak Sugeha. Mendengar kabar tersebut, Ishak langsung marah kepada Gerald dan menyebut bahwa KLB itu cacat secara hukum.

"Saya awalnya menolak untuk mengikuti KLB tersebut, karena saya benar-benar mencintai Partai Demokrat dengan kepemimpinan Pak Agus Harimurti atau AHY. Selang beberapa waktu dihubungi lagi tapi sebelumnya saya belum dihubungi oleh Pak Vecky yang kedua kali, saya langsung menghadap ketua DPC saya yaitu Bapak Ir. Ishak Sugeha," ujarnya.

"Saya menanyakan dengan kejadian akan dilaksanakannya kayak KLB ini, ketika bertemu dengan Ketua DPC saya Pak Ishak, saya ceritakan, pak Ishak malah marah kepada saya, 'jangan ikut gerbong itu, karena gerbong itu semua gerbong itu salah semua cacat hukum, jadi jangan masuk di gerbong itu dusta semua'," sambungnya.

Selang beberapa hari, Gerald dihubungi lagi untuk yang kedua kalinya oleh Veckey. Di situ Veckey mulai mengiming-imingi uang sebesar Rp 100 juta.

"Selang beberapa hari kemudian, saya ditelpon lagi sama pak Veckey Gandey, bahwa akan mendapatkan uang yang besar, uang yang gede kalau saya mau mengikuti kongres tersebut. Dengan alasan ketua DPC tidak mau, maka wakil ketua bisa," ujar Gerald.

"Saya bilang ke Pak Veckey saya ini belum pegang SK untuk merevisi struktur yang ketumnya Pak AHY. Pak Veckey katakan kepada saya 'Ya tidak apa-apa ikut saja, yang penting sudah ada di lokasi KLB. Kita akan memilih ketua umum baru, yaitu Pak Moeldoko'," sambungnya.

Setelah video testimoni tersebut selesai diputar, ternyata Gerald juga hadir dalam jumpa pers itu. Gerald langsung maju ke depan panggung dan diterima baik oleh AHY.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat (PD) Herzaky Mahendra Putra angkat bicara mengenai status keanggotaan Gerald. Ia mengatakan Gerald masih menjadi kader.

"Masih, masih," kata Herzaky Mahendra saat ditanya soal status keanggotaan Gerald, di Gedung DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021).

Herzaky mengatakan, pengurus masih perlu melakukan pendalaman untuk menentukan status keanggotaan Gerald. Menurutnya, Gerald masih memberikan kontribusi, yakni dengan cara menyampaikan testimoni tentang pengalamannya saat mengikuti KLB di Deli Serdang

"Nanti kita bahas, karena di dalam hukum ada istilah justice collaborator," kata Herzaky.

Selain Gerald, masih ada 13 kader lain yang hadir dalam KLB Deli Serdang. Herzaky mengatakan pihaknya masih belum bisa menentukan karena masih menjadi materi penyelidikan.

"Kita tunggu proses dulu, karena ini bagian dari rahasia kami," jelasnya.

Selanjutnya, Herzaky mengatakan pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut soal kader yang hadir di KLB tersebut. Hal itu berdasarkan AD/ART dan pakta intergritas yang harus dipatuhi seluruh kader.

"Itu kan kegiatan ilegal, kita harus pelajari bersama-sama dulu. Kita ada AD/ART, ada etika, partai integritas," tuturnya.

Lebih lanjut, Herzaky menyebut Gerald sama dengan kader Partai Demokrat yang saat memberikan keterangan adanya soal Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD). Para kader tersebut melaporkan langsung kepada pengurus di DPC hingga DPD Partai Demokrat.

"Sama kaya tanggal 1 Februari kemarin, kita open, ngadu itu, kita masih jaga. Mereka ngaku sendiri, datang ke ketua DPD atau DPC," tutur Herzaky.

"Mereka nggak mau datang ke KLB diancam, satu kalau mereka punya posisi mereka akan dipecat, kalau masih anggota dewan akan di (lakukan) Pergantian Antara Waktu (PAT), yang ketiga hati-hati," tambahnya.

Herzaky menegaskan DPP Partai Demokrat tidak bisa langsung melakukan pemecatan terhadap kader. Hal itu dikarenakan ada mekanisme yang harus dilakukan.

"Tapi kalau pemecatan kita ada mekanismenya lagi. Orang yang terang benderang aja yang (melanggar) kita butuh waktu satu bulan untuk menyelesaikannya. Karena kita penuh kehati-hatian," katanya.

Lihat juga Video: Pengurus Demokrat Kotamobagu Sulut Ini Ngaku Dapat Rp 10 Juta Ikut KLB

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)