Plinplan, Mahasiswi Penikam Selebgram Makassar Diperiksa Psikolog

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 15:44 WIB
Mahasiswi AA yang tikam selebgram Makassar hingga tewas diperiksa psikolog (Hermawan/detikcom).
Mahasiswi AA yang tikam selebgram Makassar hingga tewas diperiksa psikolog. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Mahasiswi berinisial AA (19), yang menikam selebgram Makassar Ari Pratama hingga tewas, kerap bersikap plinplan atau berubah-ubah saat diperiksa polisi. AA kemudian diserahkan ke tim psikolog untuk diperiksa kejiwaannya.

"Kami lakukan konseling dengan pertimbangan selama pemeriksaan keterangan tersangka ini berubah-ubah dan berbelit-belit," kata Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman kepada wartawan di Polsek Panakkukang, Senin (8/3/2021).

Pemeriksaan psikolog terhadap pelaku berlangsung selama 3 jam, yakni sejak pukul 10.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita, hari ini. Pemeriksaan psikolog dari tim P2TP2A terhadap pelaku dilakukan agar polisi mendapatkan fakta-fakta penyidikan.

"Dan riwayat ataupun histori menurut keluarga sudah beberapa kali ini tersangka mengalami gangguan kejiwaan dan pernah dirukiah kurang-lebih 4 kali," sambung Jamal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar Tenri Palallo menyebut pihaknya tak akan membeberkan hasil pemeriksaan psikolog secara gamblang. Dia menyebut pemeriksaan psikolog untuk membantu penyidik mengungkap fakta kasus ini.

"Hasilnya kami tidak akan keluarkan, kita akan langsung kirimkan ke polisi," kata Tenri saat dimintai konfirmasi terpisah.

Tenri mengatakan status mahasiswi AA adalah pelaku kekerasan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia. Namun di satu sisi, pelaku juga dapat dikatakan sebagai korban.

"Ini kan dia jadi pelaku sekaligus korban. Korban, mungkin ada situasi-situasi yang membuat dia membunuh," kata Tenri.

"Mungkin ada masalah yang tidak dia ungkap, kita kan tidak mengerti ini, lagi dicek," sambung Tenri.

Hasil pemeriksaan psikologis pelaku, kata Tenri, juga akan menjadi pertimbangan tersendiri untuk penyidik hingga ke persidangan. Namun dia menyebut pemeriksaan oleh pihaknya akan berjalan secara profesional.

"Pokoknya kita akan memberikan hasil sesuai yang kita punya, apa adanya, tidak akan juga melebih-lebihkan," pungkas Tenri.

(hmw/nvl)