Wakil Ketua Komisi IX DPR Nilai PPKM Mikro Sudah Tunjukkan Hasil Nyata

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 10:25 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kasus positif COVID-19 menunjukkan tren yang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu diakui Presiden Joko Widodo setelah adanya PPKM (Pengaturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro yang dikomandoi oleh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto.

Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena, tren tersebut memberikan bukti adanya kinerja baik dari unsur penanganan yang dilakukan pemerintah.

"Kita sudah melihat dan presiden juga sudah mengapresiasi bahwa PPKM Mikro di Jawa dan Bali, sudah menunjukkan hasil yang nyata di tingkat desa, kampung dan kelurahan, kasus COVID-19 mulai turun," ujar Melki dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Dia menuturkan prioritas pemerintah sejak awal pandemi memang sudah jelas, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah hal yang utama. PPKM Mikro di Jawa Bali merupakan salah satu wujud nyata sikap pemerintah itu.

"Kebijakan tersebut juga diterapkan dengan baik, melalui berbagai program interaksi masyarakat," tambah Melki.

Di Jawa Tengah, kata Melki, kebijakan PPKM Mikro tidak berbeda jauh dengan program Jogo Tonggo dalam penanganan COVID-19. Misalnya, di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, yang mengaplikasikan program Satgas Jogo Tonggo yang sudah berjalan selama ini.

Jogo Tonggo menjadi embrio pelaksanaan PPKM yang diberlakukan oleh pemerintah pusat. Jogo Tonggo merupakan inisiatif Satgas di tingkat RW yang melanjutkan secara teknis pelaksanaan PPKM Mikro. Mulai dari edukasi, sosialisasi hingga penggunaan sarana prasarana yang sudah tersedia.

"Edukasi dan sosialisasi untuk penerapan protokol kesehatan jalan terus. Sarana dan prasarana juga sudah ada, seperti rumah singgah (tempat isolasi), dapur umum, posko, dan makam, khusus COVID-19," jelasnya.

PPKM Mikro yang diterapkan oleh pemerintah dilaksanakan di zona merah. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada desa yang tetap melakukan PPKM Mikro meski tidak zona merah. PPKM Mikro dalam pelaksanaannya melibatkan TNI/Polri dan Satgas COVID-19.

"Masyarakat dapat menerima kehadiran dan bantuan TNI-Polri bersama Satgas COVID-19 dalam bentuk kerja sama untuk program mensukseskan tersebut. Kita patut mengapresiasi hal ini," imbuh Melki yang juga Ketua DPD Partai Golkar NTT.

Sementara di Provinsi Bali, penerapan PPKM Mikro mendapat dukungan desa adat. Sejak corona mewabah pecalang atau aparat desa adat ikut menegakkan protokol kesehatan bersama TNI, Polri dan Satpol PP. Mereka juga mencatat jumlah warga desa adat yang terpapar korona.

Selanjutnya, pengakuan atas program PPKM Mikro juga muncul dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia menyebut jika PPKM mikro berhasil menurunkan kasus mingguan sebanyak 60%. Emil berkesimpulan PPKM Mikro berhasil dan terus mengupayakan PPKM ini sebagai adaptasi baru karena dasar wilayah-wilayah kecil.

Emil enjelaskan dalam dua pekan sebelumnya, kasus mingguan di Jabar sebanyak 28.000 kasus, namun pada hari kemarin hanya 10.000 kasus. Bahkan berkat PPKM Mikro, hampir tidak ada zona merah di Jabar saat ini.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga jika PPKM Mikro yang dikelola di wilayah cukup berhasil. Berkat metode dan sistem yang diterapkan dalam program itu masyarakat bisa berjalan dengan baik.

Peran dan TNI, Polri, Satgas COVID-19 bersama masyarakat menurut Nico menjadi kunci utama. Ia berharap masyarakat tetap disiplin dan semangat dalam melaksanakan PPKM Mikro ini.

(prf/ega)