KPK Kembali Perpanjang Masa Penahanan Juliari Batubara

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 20:12 WIB
Para jurnalis berebut mengambil gambar tersangka korupsi, mantan Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/1/2021) untuk menjalani pemeriksaan.  Juliari P Batubara diperiksa untuk kasusnya yakni dugaan menerima suap terkait pengadaan paket bantuan sosial penanganan COVID-19. Ia menyerahkan diri usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Kemensos, beberapa waktu lalu.
Eks Mensos Juliari Batubara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK kembali memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara. Masa penahanan Juliari Batubara diperpanjang selama 30 hari ke depan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan masa perpanjangan penahanan Juliari dimulai pada 6 Maret hingga 4 April 2021. Selain Juliari, KPK memperpanjang masa penahanan tersangka Adi Wahyono.

"Tim Penyidik KPK kembali memperpanjang penahanan rutan selama 30 hari berdasarkan penetapan Ketua PN Jakarta Pusat yang kedua dimulai tanggal 6 Maret 2021 s/d 4 April 2021 untuk 2 tersangka TPK dugaan suap dalam pengadaan bantuan sosial untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020," kata Ali kepada wartawan, Jumat (5/3/2021).

Juliari ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan Adi di Rutan Polres Jakarta Selatan. Ali membeberkan alasan memperpanjang masa penahanan keduanya.

"Perpanjangan penahanan dilakukan karena tim penyidik masih memerlukan waktu menyelesaikan proses penyidikan dan pemberkasan perkara para tersangka tersebut," ucap Ali.

Sebelumnya, KPK menahan Juliari Batubara pada awal Februari lalu. Masa penahanan Juliari diperpanjang hingga 30 hari ke depan.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan Rutan selama 30 hari berdasarkan penetapan Ketua PN Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Ali menyebut perpanjangan masa penahanan Juliari dimulai hari ini sampai 5 Maret 2021. Selain Juliari, masa penahanan tersangka Adi Wahyono (AW) juga diperpanjang.

Kasus korupsi bansos Corona ini menjerat Juliari Batubara, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

Dari lima yang ditetapkan KPK sebagai tersangka, hanya Harry dan Ardian yang telah memasuki persidangan.

(fas/man)