Komnas Perempuan: Jumlah Kasus Kekerasan ke Perempuan di 2020 Tertinggi di DKI

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 15:56 WIB
poster
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Komnas Perempuan mengeluarkan rilis tahunan terkait kekerasan terhadap perempuan. Hasilnya, DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi yang mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan.

Catatan tersebut ditampilkan dalam Launching Catatan Tahunan Komnas Perempuan dalam siaran langsung YouTube Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Jumat (5/3), DKI menjadi provinsi dengan kasus kekerasan terhadap perempuan tertinggi, yakni dengan 2.461 kasus.

Setelah DKI, terdapat Jawa Barat dengan 1.011 kasus. Kemudian Jawa Timur (687), Bali (612), dan Jawa Tengah (409) menempati urutan ketiga, keempat, dan kelima.

"Kasus kekerasan tertinggi (masih) seputar di Pulau Jawa, (yakni) DKI Jakarta, Jawa Barat," kata komisioner Komnas Perempuan, Dewi Kanti, Jumat (5/3/2021).

Kasus kekerasan terhadap perempuan di DKI Jakarta tertinggi pada ranah negara dengan 17 kasus (0,69 persen). Ranah negara artinya kekerasan yang dilakukan oleh pejabat/instansi negara semisal penggusuran.

"Sementara DIY, kalau kita lihat persentasenya ranah personal (rumah tangga/pacaran) itu 96 persen, sedangkan (kekerasan terhadap perempuan) Jawa Timur itu ranah komunitas ada 33 persen," jelas komisioner Komnas Perempuan, Alimatul Qibtiyah.

Merujuk catatan Komnas Perempuan, pada 2020, ranah yang paling berisiko bagi perempuan mengalami kekerasan adalah ranah personal. Semisal KDRT ataupun kekerasan dalam hubungan pribadi/pacaran, yakni 79 persen atau 6.480 kasus.

"Pada tahun sebelumnya, kasus kekerasan terhadap perempuan di ranah personal sekitar 75 persen. Dengan demikian, terjadi peningkatan 4 persen pada tahun 2020," tutur Alimatul.

Alimatul menjabarkan kekerasan tertinggi di ranah personal tahun 2020 yakni kekerasan terhadap istri sebanyak 3.221 (50%), kekerasan dalam pacaran sebanyak 1.309 kasus (20%), dan kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 954 kasus (15%). (isa/imk)