Isi Buku Tamu di Unit Layanan Kemendagri Hanya Tap e-KTP, Begini Prosesnya

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 13:13 WIB
Petugas menempelkan e-KTP di ABAKA dan data muncul di monitor PC
Petugas menempelkan e-KTP di ABAKA dan data muncul di monitor PC (Foto: Kadek Melda/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pelayanan administrasi dan konsultasi kini sudah tidak memerlukan lagi fotokopi e-KTP. Setiap masyarakat yang hendak mengurus layanan administrasi dan konsultasi data kependudukan, hanya perlu men-tap atau menempelkan e-KTP ke mesin yang sudah disediakan.

detikcom mendatangi kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2021) pukul 09.15 WIB. Sesampainya di lokasi, terlihat beberapa orang sedang antre di ruang Unit Layanan Konsultasi dan Administrasi Gedung B lantai satu.

Setelah mengantre, satu persatu dari mereka kemudian diarahkan ke meja layanan administrasi untuk mengisi data kehadiran. Data kehadiran diisi dengan cara menempelkan atau men-tap e-KTP. Data tamu akan muncul di layar komputer.

"Segala layanan kami baik administrasi dan konsultasi itu berbasis e-KTP dan bukan difotokopi artinya melalui taping, setiap yang masuk pasti data keluar seperti ini, jadi tidak ada lagi fotokopi KTP untuk pengurusan suatu layanan administrasi tidak ada maupun layanan konsultasi," kata petugas Unit Layanan Konsultasi dan Adminstrasi Kemendagri, Achmad Basri saat ditemui di lokasi.

Tamu menempelkan e-KTP di mesin yang disediakan untuk mengisi buku tamu di Unit Layanan di KemendagriTamu menempelkan e-KTP di mesin yang disediakan untuk mengisi buku tamu di Unit Layanan di Kemendagri (Foto: Kadek Melda/detikcom)

Lebih lanjut Basri mengatakan, data setiap tamu yang masuk nantinya juga akan diketahui oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Data itu kata Basri terhubung ke BPK secara online.

"Ini online, terhubung BPK data-data yang sudah masuk sini, tamu-tamu dari Pemda, Pemprov jadi setiap kedatangannya ada di sini," kata dia.

Proses registrasi data hadir tidak memakan waktu lama. Setelah e-KTP ditempel, sekitar lima detik kemudian data pemilik e-KTP muncul di monitor petugas.

Setelah itu, pemilik e-KTP diminta untuk menempelkan jari di e-KTP reader. Setelah sidik jari terbaca, pemilik e-KTP kemudian menyampaikan maksud dan tujuan serta apa saja yang ingin diurus. Petugas kemudian melayani keperluan pengunjung.

Basri menuturkan pendataan dengan menempelkan e-KTP ini sudah berlangsung sejak tahun 2015. Sebelum itu kata Basri, Kemendagri masih menggunakan cara manual dengan memfotokopi KTP mereka yang hendak mengurus data kependudukan kemudian ditulis ke dalam buku hadir.

"(Tap e-KTP) sudah hampir 5-6 tahun, mulai tahun 2015. (Sebelum ada tap) dulu iya fotokopi, dulu tapi ya. Jadi kita punya data buku biasa dilengkapi oleh fotokopi e-KTP yang bersangkutan," tuturnya.

"Nama alatnya ABAKA (e-KTP reader) langsung dari Dirjen Dukcapil. Rata-rata untuk Kemendagri sudah pakai," lanjutnya.

Petugas menempelkan e-KTP di ABAKA dan data muncul di monitor PCPetugas menempelkan e-KTP di ABAKA dan data muncul di monitor PC (Foto: Kadek Melda/detikcom)
Selanjutnya
Halaman
1 2