2 Mahasiswa Papua Ditangkap Polda Metro atas Dugaan Penganiayaan

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 14:12 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Dua orang aktivis yang juga mahasiswa asal Papua, Roland Levy dan Kelvin Molama, ditangkap Polda Metro Jaya. Keduanya ditangkap atas dugaan penganiayaan terhadap sesama mahasiswa asal Papua, berinisial RP.

Kuasa hukum Aliansi Mahasiswa Papua Jabodetabek, Michael Hilman, yang mewakili kedua aktivis tersebut, mengatakan kliennya ditangkap pada dini hari tadi di tempat kosnya. Michael menyebut penangkapan tersebut tidak disertai surat perintah penangkapan.

"Saya ingin sampaikan di saat penangkapan itu dari pihak kepolisian tidak menunjukkan surat perintah penangkapan. Seharusnya harus menjelaskan apa kesalahan seseorang itu mau ditangkap ya, secara kronologi harus jelas ya. Tapi ini tidak dilakukan," kata Michael saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Michael mengatakan kedua kliennya dianggap melakukan penganiayaan kepada mahasiswa Papua lainnya inisial RP. Terkait detail dugaan penganiayaan tersebut, Michael mengaku penyidik tidak memberikan kronologi kejadian.

"Itu di saat penangkapan surat salinan penangkapan tidak diberikan kepada keluarga maupun dua orang ini. Jadi tidak diberikan kejelasan apa sih kamu dugaan ditangkapnya secara detailnya tidak dijelaskan. Hanya disebut penganiayaan kepada RP, langsung ditangkap, langsung dibawa," terang Michael.

Michael menambahkan korban diketahui kerap menyebarkan berita atau poster atas nama Aliansi Mahasiswa Papua. Kegiatan korban itu disebut bertentangan dengan apa yang tengah dilakukan kelompok kliennya.

"Korban ini sering melakukan menyebarkan berita-berita atau poster atas nama Aliansi Mahasiswa Papua kepada media-media seakan-akan dia ini sebagai ketua aliansi mahasiswa Papua ataupun sebagai Ketua Imapa. Nah sehingga ada salah satu yang merasa tidak menyenangkan terhadap anggota mahasiswa Papua ini, sehingga mereka ini merasa dirugikan lah seperti itu," terang Michael.

Hingga saat ini Michael mengatakan kliennya telah diperiksa dengan status sebagai tersangka. Kedua tersangka tersebut kini dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.

Terkait penahanan kepada kliennya, Michael mengaku hal itu masih menunggu pemeriksaan yang saat ini tengah berjalan.

"Jadi sebentar jam 19.20 WIB akan pemeriksaan lagi. Untuk sementara teman-teman sudah melakukan BAP (berita acara pemeriksaan) penolakan terhadap berita acara penangkapan dan juga berita acara pemeriksaan karena mereka menganggap itu tidak sah tidak sesuai dengan KUHAP," pungkas Michael

Penjelasan Polisi

Polda Metro Jaya membenarkan soal penangkapan kedua orang tersebut. Keduanya ditangkap atas dugaan kasus penganiayaan dan pencurian dengan kekerasan.

"Kemarin banyak yang menanyakan dua orang yang berhasil diamankan dan dilakukan penahanan di Polda Metro Jaya ini terkait adanya kasus tindak pidana pengeroyokan Pasal 170 KUHP dan pencurian dengan kekerasan di 365 KUHP," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/4/2021).

Yusri mengungkap peristiwa pidana tersebut terjadi pada 20 Januari 2021 di depan gedung DPR RI. Kasus ini menurutnya sempat viral.

"Kejadian memang sudah cukup lama sekitar tanggal 20 Januari 2021 kemudian sempat viral, viral pemukulan yang dilakukan berapa orang kejadian di depan gedung DPR, dilaporkan 27 Januari ke Polda Metro Jaya, kemudian dilakukan penyelidikan berdasarkan video yang beredar kemudian hasil visum terhadap korban-korbannya," kata Yusri.

Yusri mengungkapkan pelapor berinisial RP. Yusri juga menyampaikan sudah ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

"Pelapor inisial RP, yang terlapor itu Saudara RL dan kawan-kawannya. Hasil pengembangan penyelidikan Krimum Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka," tandasnya.

Tonton juga Video: Pansus DPD Desak Mahasiswa Papua Dibebaskan, Polri: Tetap Lanjut

[Gambas:Video 20detik]




(ygs/mea)