Ungkit soal Rasisme, Mahasiswa Papua Minta Guru Besar USU Prof Henuk Dicopot

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 12:57 WIB
Mahasiswa asal Papua demo di depan Biro Rektor USU (Datuk-detikcom)
Mahasiswa asal Papua demo di depan Biro Rektor USU. (Datuk/detikcom)
Medan -

Massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua di Medan menggelar demonstrasi di depan gedung Biro Rektor Universitas Sumatera Utara (USU). Mereka meminta posisi Guru Besar USU yang disandang Prof Yusuf L Henuk dicopot terkait dugaan rasisme.

Pantauan detikcom di depan Biro Rektor USU, Jalan Dr Mansyur, Medan, Selasa (2/2/2021), para mahasiswa asal Papua ini merentangkan sejumlah spanduk.

Salah satunya bertulisan 'Hentikan intimidasi terhadap orang Papua. Kami manusia bukan monyet'. Rektor USU, Muryanto Amin, terlihat menjumpai para mahasiswa ini.

"Copot jabatan Prof Yusuf L Henuk sebagai Guru Besar USU. Meminta Prof Yusuf L Henuk segera ditangkap dan diproses hukum. Hentikan rasisme terhadap orang Papua," ujar massa aksi saat ditemui Muryanto.

Koordinator aksi, Yance, mengatakan pihaknya menentang perbuatan yang mengarah pada rasisme. Dia menilai orang-orang yang melakukan tindakan diduga rasisme tak boleh ada di USU.

"Kami mahasiswa tuntut melawan rasisme ini adalah musuh bersama sehingga rasisme ini tidak boleh dipelihara di USU bahkan di Indonesia," ujar Yance.

Yance meminta Prof Henuk dicopot. Dia khawatir Henuk akan mengulangi perbuatannya jika tak diberi sanksi.

"Sehingga kami mahasiswa Papua dengan keras hentikan rasisme terhadap orang Papua dan jangan ada lagi yang menimbulkan rasisme lagi. (Dugaannya dilakukan) ini Prof Yusuf L Henuk sebagai Guru Besar USU. Di Twitter," sebut Yance.

Rektor USU Muryanto mengatakan pihaknya bakal menindaklanjuti tuntutan mahasiswa. Pihaknya bakal bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Karena saya baru, ini kita kumpulkan dulu dokumen-dokumen pendukung yang merupakan tuntutan dari mahasiswa Papua ini. Tentu, kita punya kewenangan, misalnya ada tuntutan hukum, itu tidak mungkin kita lakukan. Bukan kewenangan kita, yang pasti bahwa ini akan kita pelajari dulu dan akan kita berikan putusan dalam waktu tidak begitu lama," sebut Muryanto.

Apa sebenarnya yang dicuitkan oleh Prof Henuk? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2