Polri: Kasus yang Menyangkut Abu Janda Masih Berjalan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 17:15 WIB
Konpers Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri
Brigjen Rusdi Hartono (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Polri mengatakan kasus yang menyangkut Permadi Arya atau Abu Janda sampai saat ini masih berjalan. Tim Bareskrim Polri masih menindaklanjuti laporan atas Abu Janda.

"Masih berjalan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (3/3/2021).

Namun Rusdi tak menjelaskan detail laporan mana yang masih ditindaklanjuti Bareskrim. Yang jelas, kata Rusdi, Bareskrim masih melakukan berbagai upaya untuk mendalami kasus tersebut.

"Yang jelas masih dilakukan upaya-upaya yang dilakukan Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti kasus yang menyangkut Abu Janda. Nanti kita lihat perkembangan itu semua ke depannya," ucapnya.

Abu Janda sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim soal cuitan 'evolusi' kepada Natalius Pigai. Selain itu, Abu Janda juga dilaporkan soal cuitan 'Islam arogan'.

Polri memastikan kasus dugaan rasisme dalam cuitan 'evolusi' Permadi Arya atau Abu Janda kepada Natalius Pigai tetap diproses walaupun keduanya sudah bertemu. Natalius Pigai dan Abu Janda memang bertemu pada Senin (8/2) di sebuah hotel di Senayan, Jakarta Pusat.

"Ya terus saja, mereka seperti itu (bertemu), penyidik kan terus berjalan juga. Proses berjalan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (9/2).

Abu Janda dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antargolongan (SARA), Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

Terkait laporan cuitan 'Islam arogan', itu bermula saat Abu Janda berbalas cuitan dengan Tengku Zul. Akun Twitter @ustadtengkuzul mulanya mem-posting unggahan soal kaum minoritas yang arogan terhadap kaum mayoritas di Negara Afrika. Akun itu juga menyebut jika kini ulama dan Islam dihina di NKRI. Cuitan tersebut diunggah pada Minggu (24/1).

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit akun @ustadtengkuzul seperti dilihat detikcom, Sabtu (30/1).

Cuitan tersebut kemudian dibalas oleh Abu Janda. Dalam akun Twitter-nya, @permadiaktivis1, Abu Janda menyebut yang arogan adalah Islam yang dibawa dari Arab yang kemudian mengharamkan budaya asli dan kearifan lokal yang ada di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan sedekah ritual laut sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," kata Abu Janda membalas cuitan @ustadtengkuzul.

(knv/knv)