Pemprov DKI Harap Warga Lansia Sabar Tunggu Jadwal Vaksinasi agar Tak Antre

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 15:35 WIB
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga kelompok lanjut usia (lansia) saat vaksinasi massal di SMA Negeri 8 Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/3).
Ilustrasi vaksinasi Corona bagi lansia (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta berharap warga lanjut usia (lansia) bersabar menunggu jadwal vaksinasi Corona atau COVID-19. Para lansia diminta menunggu jadwal agar tak mengantre di fasilitas kesehatan.

"Kami mengimbau, kasihan, daripada berbondong-bondong, nanti kasihan lansianya. Jadi mengimbau untuk menunggu sesuai giliran dan jadwal," kata Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2021).

Pemprov DKI Jakarta mengatakan vaksinasi lansia saat ini diprioritaskan bagi yang berdomisili di Jakarta. Hal ini, katanya, merupakan kesepakatan saat rapat bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Rapat bersama dengan Kemenkes pada dasarnya lansia akan dapat gilirannya, hanya kebetulan waktu itu dipilih Ibu Kota. Provinsi DKI kan ibu kota. Jadi teman Kemenkes saya sampaikan bagaimana lintas provinsi? Karena kan DKI sangat berdekatan dengan Banten-Jabar. Sementara prioritas di DKI dulu," ujarnya.

Dia mengatakan nantinya vaksinasi juga bakal diberikan kepada lansia di daerah lainnya. Pemberian dilakukan secara bertahap karena keterbatasan vaksin.

"Kalau sesuai untuk lansianya, kalau sesuai aturannya, diprioritaskan di DKI, tapi pada dasarnya namanya herd immunity, apalagi Jakarta sebagai kota urban, tentu sangat-sangat sulit memisahkan. Tapi karena keterbatasan vaksin diprioritaskan DKI," katanya.

Widyastuti juga menjelaskan soal lansia yang belum menerima vaksin padahal terdaftar di Kemenkes. Dia mengatakan Pemprov DKI telah membuat daftar dan menentukan lokasi di mana para lansia akan mendapat vaksin Corona.

"Jadi begini, yang di Kemenkes buka adalah pendaftaran, hanya pendaftaran. Kan lansia daftar, terus suntiknya di mana? Kan nggak tahu faskesnya. Kami ambillah itu data Google form-nya kemudian kami mapping-kan sesuai dengan lokasi pilihan kotanya. Kemudian kita berikan itu kepada faskes," kata Widyastuti.

Data dari Kemenkes tersebut kemudian menjadi dasar untuk membuat urutan vaksinasi bagi warga lansia di DKI. Dia mengatakan Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan Kemenkes terkait data lansia penerima vaksin.

Sebelumnya, antrean para lansia yang hendak divaksinasi COVID-19 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta di Jalan Hang Jebat Raya, Jakarta, viral. Para lansia itu tampak menunggu giliran untuk divaksinasi.

Antrean itu terjadi pada Selasa (2/3) kemarin dan hari ini. detikcom juga telah mengecek langsung ke lokasi. Per pagi tadi juga masih ada antrean tapi tidak sepanjang kemarin. Antrean lansia itu juga tidak lama, per pukul 11.20 WIB, para lansia yang sempat antre sudah masuk ke gedung BBPK untuk divaksinasi.

Kemenkes pun mengungkap penyebab antrean lansia hendak divaksinasi itu. Usut punya usut, ternyata antrean itu berawal dari pesan berantai di aplikasi WA yang isinya mengajak lansia divaksinasi hanya dengan menunjukkan KTP.

"Kejadian ini berawal dari penyebaran HOAKS broadcast via WA," demikian cuit akun Kemenkes. (haf/haf)