Buron Pembobol Dana Pensiun Pertamina Rp 1,4 T Ditangkap, Begini Kasusnya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 13:46 WIB
Bety, buron pembobol dana pensiun PT Pertamina senilai Rp 1,4 T ditangkap Kejagung (Dok. Istimewa)
Buron pembobol dana pensiun PT Pertamina ditangkap Kejagung. (Dok. Istimewa)

Bety terbukti melawan hukum karena mengatasnamakan PT Millenium Danatama Sekuritas saat persetujuan dengan PT Sugih Enerygi dan Dana Pensiun Pertamina dilakukan. Dalam hal ini, perusahaan broker sebetulnya telah mengetahui kewajiban hukum dalam keadaan nilai saham Sugi saat itu.

Pada 27 November 2019, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Bety telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider penuntut umum dengan pidana selama satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Bety dituntut satu tahun penjara dan menjadi tahanan kota.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kemudian menerima banding dari penasihat Bety dan hasilnya tetap menguatkan putusan satu tahun penjara.

Tak terima, Bety kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan Kasasi Nomor: 2496 K/Pid.Sus/2020 tertanggal 9 September 2020, Bety kemudian dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan bahkan diperberat hukumannya menjadi penjara selama 5 tahun.

"Bahwa alasan kasasi terdakwa tidak dapat dibenarkan dan tidak beralasan hukum karena ternyata Judex Facti tidak salah dan tidak keliru dalam menerapkan hukum, dan juga Judex Facti terbukti telah menerapkan hukum sudah sebagaimana mestinya, oleh karena itu alasan kasasi terdakwa yang menyatakan putusane Judex Facti adalah putusan hakim yang salah dan keliru dalam menerapkan hukum, salah dalam menentukan dan menetapkan unsur melawan hukum dan/atau menyalah-gunakan wewenang, serta salah dalam menetapkan pasal undang-undang yang terbukti berdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan adalah tidak tepat dan tidak dapat di benarkan dengan pertimbangan dan pendapat hukum," tulisan putusan itu.

Bety akhirnya buron dan kemudian Kejagung bersama Kejati DKI Jakarta menangkap Bety, di wilayah Kemang, Jakarta Selatan.

"Terpidana Bety merupakan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas (eks PT Millenial Danatama Sekuritas) yang terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pembobolan dana pensiun (Dapen) PT Pertamina yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp1,4 Triliun," kata Kasipenkum Kejati DKI Ashari Syam dalam keterangan pers tertulis, Rabu (3/3).

Halaman

(whn/rfs)