Polisi Koordinasi ke Kominfo soal Kasus Penghinaan Pesantren Musthafawiyah

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 15:23 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Polisi telah memeriksa keterangan 5 saksi terkait kasus dugaan penghinaan terhadap Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal, Sumut. Polisi pun berkoordinasi dengan Kominfo untuk pengembangan kasus tersebut.

"Penyelidikan yang dilakukan dengan memeriksa saksi yang sudah diminta keterangan sebanyak 5 orang. Berkoordinasi dengan Dit Reskrimsus Polda Sumut dan membentuk tim bantek untuk backup penyidik Polres Madina melakukan profiling akun FB atas nama Rizky Herdianysah," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dimintai konfirmasi, Selasa (2/3/2021).

Hadi menuturkan, berdasarkan hasil profiling, akun FB itu telah ditutup permanen oleh Kemenkominfo. Petugas pun bakal terus berkoordinasi untuk mengembangkan kasus tersebut.

"Hasil profiling akun FB Rizky Herdiansyah telah di... (ditutup permanen) oleh Kemenkominfo RI. Penyidik terus berkoordinasi dengan Kemenkominfo dan terus mengembangkannya. Ditreskrimsus Polda Sumut akan terus memberikan asistensi dalam hal ini," ujar Hadi.

Sebelumnya, sejumlah foto yang diduga menghina Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Madina, Sumut, viral. Polisi turun tangan mengusut pembuat dan penyebar foto-foto itu.

Dalam foto-foto viral itu, terlihat seorang pria sedang menggendong anak berfoto di depan Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Wajah si pria terlihat diganti dengan wajah anjing.

Ada juga foto kepala anjing yang diletakkan di dalam foto pesantren. Terlihat juga kata-kata hinaan yang dituliskan di dalam foto.

Di foto lainnya, terlihat foto orang yang wajahnya diedit menjadi wajah tokoh Cu Pat Kai. Selain itu, ada kalimat 'guru guru nya dukun santet' yang dituliskan dalam foto itu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan soal foto viral ini. Proses penyelidikan ini dilakukan Polres Madina.

"Sedang diselidiki Polres Madina," kata Hadi di Kelenteng Gunung Timur, Medan.

Kemudian, DPRD Sumut menyoroti dugaan penghinaan terhadap Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). DPRD Sumut meminta kasus ini diusut tuntas.

"Kami mendorong agar pemerintah, Kapolri, dan Kapolda memproses kasus ini hingga tuntas," kata Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution.

Hal ini disampaikan Harun saat menerima Keluarga Abiterun Musthafawiyah (Kamus) Kota Medan. Pertemuan Harun dan Kamus berlangsung di DPRD Sumut.

(knv/knv)