Bikin Geger 1 Tahun Pandemi di Sumut: Pool Party-Futsal Dipenuhi Penonton

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 11:33 WIB
Beredar video party atau pesta di kolam renang. Disebut-sebut peristiwa itu terjadi di Deli Serdang, Sumut. Satgas COVID-19 turun tangan.
Screenshot viral pool party saat pandemi di Sumut (Foto: Istimewa)
Medan -

Sejumlah peristiwa membuat geger dalam 1 tahun pandemi virus Corona atau COVID-19 di Sumatera Utara (Sumut). Mulai dari pool party atau pesta kolam renang hingga turnamen futsal yang dipenuhi penonton.

Berbagai kasus itu berujung pada tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab memicu pelanggaran protokol kesehatan. Berikut rangkumannya:

Pool Party saat Pandemi

Kerumunan di kolam renang itu terungkap setelah video pool party viral di media sosial. Ada tiga video berisi kerumunan warga di dalam kolam renang di Hairos Waterpark, Deli Serdang. Video itu viral setelah diunggah oleh akun Twitter Rizki Ramadhani Nst.

Dalam video itu, warga tampak memenuhi kolam renang. Mereka asyik berjoget mengikuti musik dari atas ban serta pinggir kolam.

Jubir Satgas COVID-19 Deli Serdang, Haris Binar Ginting, membenarkan kerumunan di kolam renang tersebut. Ternyata kondisi kolam renang ramai karena ada diskon tiket masuk hingga 50%. Pihaknya menegur pengelola kolam.

Kasus ini tak berhenti pada teguran. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memerintahkan agar tempat wisata tersebut ditutup. Sesuai perintah Edy, Satgas COVID-19 Sumut menutup Hairos Water Park pada Jumat (2/10/2020).

Saat itu, pihak pengelola telah mengakui kesalahannya dan berjanji mengikuti protokol kesehatan ke depannya. Meski demikian, polisi tetap bertindak. GM Hairos Water Park, Edi Saputra, ditetapkan sebagai tersangka.

"Berdasarkan data-data yang kita dapatkan di lapangan, dilakukanlah gelar perkara oleh Satreskrim dan di situ kita putuskan untuk sementara ini GM-nya sebagai tersangka," kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji, di Polrestabes Medan.

GM Hairos Water Park itu diduga melanggar UU Kekarantinaan Kesehatan. Irsan menyebut Edi terancam hukuman 1 tahun penjara dan denda hingga Rp 100 juta.

"Kepada yang bersangkutan kita persangkakan Pasal 93 juncto Pasal 9 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan juncto Permen Kesehatan Nomor 01.07 Menkes-382-2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona, dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara dan/atau denda Rp 100 juta," ujarnya.

Polisi juga melakukan pemeriksaan internal. Kapolsek di wilayah Hairos berada, yakni Pancur Batu, diperiksa oleh Propam.

"Propam Polrestabes Medan juga melakukan langkah-langkah untuk melihat apakah ada keterlibatan Polsek setempat dalam kegiatan itu. Jadi semua kapolsek termasuk anggota juga saat ini sedang diambil keterangan oleh Propam Polrestabes. Yang jelas pertama Kapolsek, fungsi yang terkait ya intel ya. Juga piket yang melakukan tugas pada hari itu," imbuh Irsan.

Simak video 'Ini Laga Futsal yang Bikin 2 Pejabat Polrestabes Medan Dicopot!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3