Anggota DPRD Ungkap Awal Mula Eks Penasihat KPK Mundur dari Posisi Pejabat DKI

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 19:01 WIB
Giliran Penasihat KPK Tsani Ikut Daftar Capim
Tsani Annafari / Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom

Pemprov DKI Jakarta langsung menindaklanjuti surat tersebut dengan menerjunkan inspektorat DKI Jakarta untuk memeriksa Tsani. Setelah menjalani tiga kali pemeriksaan, Andyka menyebut rekomendasi dari Inspektorat DKI Jakarta keluar.

Rekomendasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan menerbitkan surat keputusan pengunduran diri.

"Karena berdasarkan kurang lebih tiga kali pemeriksaan di inspektorat kemudian dikeluarkan lah satu keputusan oleh pimpinan dalam hal ini melalui saudara gubernur terkait masalah kinerja," imbuhnya.

Politikus Gerindra ini menyoroti kekosongan kursi pimpinan Bapenda DKI Jakarta dapat mengganggu kinerja Lembaga pengurus pendapatan daerah tersebut. Untuk itu, Ia meminta Anies Baswedan segera menunjuk sosok pengganti Tsani. Menurutnya, banyak tokoh-tokoh di lingkup Pemprov DKI Jakarta yang berkompeten.

Ia pun merekomendasikan sejumlah nama, salah satunya mantan Wakil Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Yuandi Bayak Miko.

"Saya pikir oleh pimpinan saudara gubernur untuk ambil keputusan. Harapan saya saudara gubernur bisa lebih bijak, karena setelah ini dimundurkan, posisi kepala badan dan wakil kepala badan kosong. Jadi otomatis ini akan ganggu kinerja Bapenda, akan mengganggu target-target pendapatan. Untuk itu kami berharap ini segera diisi. Harapan kami dalam mengisi nggak usah lah import-import pemain dari luar. Karena kita sendiri, ASN yang bekerja di DKI Jakarta ini banyak yang cerdas, banyak yang memahami perpajakan, dapat memahami strategi peningkatan perpajakan," tuturnya.

Seperti diketahui, Tsani Annafari resmi mengundurkan diri sejak Jumat (26/2). Terkait kinerja, Tsani mempersilakan pemeriksaan capaian target Bapenda DKI 2020.

"Saya per hari ini resmi tidak menjabat Kepala Bapenda DKI. Terkait kinerja, silakan saja diperiksa capaian target Bapenda DKI dan pelaksanaan kontrak kinerja dan capaian Kegiatan strategis daerah Bapenda 2020," kata Tsani melalui pesan singkat, Jumat (26/2/2021).

Tsani meminta masyarakat tak berspekulasi terkait keputusannya mundur dari jabatannya. Menurutnya, menjabat atau tidak sebagai Bapenda merupakan bentuk penugasan.

Ia menuturkan, sejak awal menjabat Kepala Bapenda DKI Jakarta, dia sudah dihadapkan pada pandemi COVID-19. Saat itu, disebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewanti-wanti agar target pendapatan daerah tak meleset jauh.

Pada Agustus 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik Mohammad Tsani Annafari sebagai Kepala Bapenda DKI Jakarta. Sebelum menjabat Kepala Bapenda DKI, Tsani pernah menjadi Penasihat KPK. Setelah itu, Tsani memiliki jabatan fungsional kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan.


(imk/imk)