Pendiri PD Rencanakan KLB, DPD Sulut: Halusinasi

Trisno Mais - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 09:51 WIB
Sekretaris Partai Demokrat Sulut, Billy Lombok
Sekretaris Partai Demokrat Sulut, Billy Lombok. (Trisno Mais/detikcom)
Jakarta - Para pendiri Partai Demokrat keukeuh akan menggelar kongres luar biasa (KLB) untuk melengserkan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara menilai rencana itu hanya halusinasi.

"Dan saat ini memaksakan tanggal main suatu kongres fatamorgana, halusinasi, tanpa legitimasi pemilik suara yang sah," kata Sekretaris DPD PD Sulut, Billy Lombok, saat dimintai konfirmasi, Minggu (28/2/2021).

Billy menyebut salah satu tokoh di DPD Sulut menjadi bagian dari pendiri Partai Demokrat serta bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membangun partai, sehingga tidak mungkin mengkhianati partai.

"Sulut bagian dari keluarga pendiri, semua orang tahu peranan dan pengorbanan alm Ventje Rumangkang, bukan tokoh yang sekadar membubuhkan tanda tangan, beliau bersama dengan presiden ke-6 pak SBY, membangun partai ini, tampil saat reformasi," tuturnya.

Billy mengatakan pihaknya mengapresiasi ketegasan DPP memecat anggota yang terlibat dalam gerakan kudeta ini. Dia mengatakan kader yang terlibat hanya akan merusak partai.

"Sangat tendensius. Sekali lagi, kami berterima kasih kepada ketum AHY, jajaran DPP yang sudah tegas mengambil tindakan kepada mereka yang diduga ingin merusak partai agar semakin fokus berada di tengah solusi untuk rakyat," pungkasnya.

Sebelumnya, para pendiri Partai Demokrat berencana mengagas KLB untuk menggantikan AHY sebagai ketum. Salah satu pendiri Partai Demokrat, Hencky Luntungan, menyebut hal itu dilakukan pendiri PD untuk penyelamatan karena AHY tidak mampu memimpin partai.

"Pertama, sebagai pendiri, kami melihat kekisruhan yang terjadi oleh karena tidak mempunyai seorang pemimpin partai. Garis bawahi, ketidakmampuan pemimpin partai dalam hal ini Saudara AHY. Garis bawahi, nggak usah takut-takut," kata Hencky Luntungan dalam konferensi pers di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2).

"Oleh karena ketidakmampuan itu, kami pendiri bersepakat untuk mencari solusi. Apa solusi itu? Tidak ada. Yang ada KLB dan kongres luar biasa yang harus dilakukan dalam rangka penyelamatan partai dan sikap kita untuk mengurai persoalan ini melakukan KLB tanpa ada rasa dendam, tanpa ada rasa kebencian, tanpa ada rasa menyudutkan," sambungnya. (eva/eva)