PD Harap Tak Ada Gelombang Kedua Pemecatan Kader terkait Kudeta Partai

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 21:52 WIB
Wakil Ketua MPR Syarif Hasan memberikan keterangan pers di hadapan awak media. Ia angkat bicara terkait persoalan di perairan Natuna.
Syarif Hasan, foto diambil sebelum pandemi COVID-19. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) telah memecat sejumlah kadernya yang terlibat upaya kudeta rumah tangga partai dan konferensi luar biasa (KLB). PD berharap tidak ada lagi pemecatan kader gelombang kedua terkait isu kudeta dan KLB.

"Kalau gelombang kedua saya pikir tidak, kita harapkan tidak ada lagi gelombang. Karena ini hanya segelintir orang ini lah," kata anggota Majelis Tinggi PD, Syarif Hasan saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Sabtu (27/2/2021).

Syarif menuturkan pemecatan kepada sejumlah kader sudah sesuai dan memenuhi syarat dalam AD/ART Partai. Syarif meyebut seluruh mekanisme Partai sudah ditempuh.

"Pertama aturan partai AD/ART itu sudah memenuhi syarat bagaimana cara untuk memberhentikan kader partai Demokrat. Ada mekanismenya, semua mekanisme ditempuh," tuturnya.

Syarif menyampaikan sebanyak tujuh orang kader yang dipecat telah melanggar kode etik. Pelanggaran kode etik yang dilakukan ketujuhnya, dinilai sudah sangat luar biasa. Dia mengibaratkan pelanggaran yang dilakukan ketujuhnya sama seperti disersi dalam dunia militer.

"Khusus untuk tujuh orang ini, ini pelanggaran kode etik itu sangat luar biasa sehingga penanganannya disamping daripada mengikuti prosedur juga penanganan harus luar biasa. Ini sama dengan kalau di tentara itu disersi, kalau disersi itu hukumannya apa," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2