Round-Up

Asa Ayah Korban Penembakan Cengkareng Tak Mau Bripka CS Dihukum Mati

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 08:16 WIB
Bapak Fery Saut Simatupang buka suara soal anaknya jadi korban penembakan di RM Cafe Cengkareng. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Foto: Bapak Fery Saut Simatupang buka suara soal anaknya jadi korban penembakan di RM Cafe Cengkareng. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

"Jangan mati dibalas mati." Begitulah asa yang disampaikan ayah Fery Saut Simanjuntak yang menjadi korban penembakan Bripka CS.

Fery merupakan satu dari 4 korban penembakan oleh oknum anggota Polsek Kalideres itu di RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) pada Kamis (25/2) subuh lalu. Tiga orang tewas di tempat, termasuk Fery.

Penembakan itu bermula ketika pelaku menolak saat ditagih membayar minuman sebesar Rp 3,3 juta oleh pengelola kafe. Dalam kondisi mabuk, Bripka CS pun menembak empat orang.

Meski anaknya tewas di tangan Bripka CS, Mula Simanjuntak enggan nyawa dibalas dengan nyawa diterapkan untuk menghukum sang pembunuh. Dia meminta agar Bripka CS dihukum sepantasnya.

"Harapan saya, dihukum yang sepantasnya, jangan mati dibalas mati. Cemana bagusnya lah," ujar Mula saat ditemui di rumahnya di Jalan Perwira 1, Gang Asbes, Medan Timur, Jumat (26/2/2021).

Fery Saut Simanjuntak korban penembakan oleh Bripka CS di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) telah dimakamkan di TPU Kristen Tanjung Mulia, Medan (Datuk Haris/detikcom)Fery Saut Simanjuntak korban penembakan oleh Bripka CS di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) telah dimakamkan di TPU Kristen Tanjung Mulia, Medan (Datuk Haris/detikcom)

Mula menuturkan, sang putra merupakan tulang punggung keluarganya. Dia mengaku baru mengetahui anak keempatnya meninggal dunia setelah diberi tahu pihak kepolisian.

"Dia salah satu tulang punggung kami lah pokoknya. Semalam saya tahu, dapat kabar dari Bapak Polisi. Dia (Fery) anak keempat dari 5 saudara," ungkap Mula.

Mula juga menjelaskan bahwa putranya pernah bekerja sebagai perajin perangkat rumah dari bahan logam. Dia lalu merantau ke Rantau Prapat hingga diajak oleh seseorang ke Tangerang.

"Anakku ini dulu itu kan tukang stainless, bikin tangga, kanopi. Dulu dia merantau ke Rantau Prapat, rupanya jumpa di sana, ada katanya pemborong, dibawa ke Tangerang. Di Tangerang sempat kerja di rumah sakit," sebut Mula.

Lalu, kata Mula, anaknya keluar dari pekerjaan itu. Fery sempat menganggur hingga kemudian bekerja di RM Cafe Cengkareng.

"Lama-kelamaan, dia keluar dari kerjaannya itu, nggak kerja lagi, ada sampai 2 tahun kayak jadi gelandang di Jakarta. Sebelum pandemi COVID-19, dia jumpa sama bapak ini (seseorang), yang punya rumah makan Cengkareng, kerja di situ dia sampai wafat semalam, pukul 04.00 WIB pagi," sebut Mula.

Kini, Fery pulang tak bernyawa. Kepulangan jenazah Fery pun disambut isak tangis keluarga. Fery pun dimakamkan di Medan, Sumatera Utara. Perwakilan Polda Metro Jaya ikut mendampingi prosesi pemakaman korban Bripka CS itu.

Lihat juga Video: 7 Fakta Terkait Aksi Penembakan Bripka CS di RM Cafe Cengkareng

[Gambas:Video 20detik]



(mae/dwia)