Bapak Korban soal Bripka CS: Dihukum Sepantasnya, Jangan Mati Dibalas Mati

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 14:49 WIB
Bapak Fery Saut Simatupang buka suara soal anaknya jadi korban penembakan di RM Cafe Cengkareng. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Bapak Fery Saut Simatupang buka suara soal anaknya jadi korban penembakan di RM Cafe Cengkareng. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Fery Saut Simanjuntak menjadi salah satu korban penembakan oleh Bripka CS di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar). Fery Saut diketahui merupakan tulang punggung keluarganya.

"Dia salah satu tulang punggung kami lah pokoknya," kata orang tua Fery, Mula Simanjuntak, saat ditemui di rumahnya di Jalan Perwira 1, Gang Asbes, Medan Timur, Jumat (26/2/2021).

Mula mengaku baru mengetahui anaknya meninggal setelah diberi tahu pihak kepolisian. Mula menyebut korban merupakan anak keempat dari lima bersaudara.

"Semalam saya tahu, dapat kabar dari Bapak Polisi. Dia (Fery) anak keempat dari 5 saudara," sebut Mula.

Mula juga menjelaskan bahwa korban pernah bekerja sebagai perajin perangkat rumah dari bahan logam. Dia lalu merantau ke Rantau Prapat hingga diajak oleh seseorang ke Tangerang.

"Anakku ini dulu itu kan tukang stainless, bikin tangga, kanopi. Dulu dia merantau ke Rantau Prapat, rupanya jumpa di sana, ada katanya pemborong, dibawa ke Tangerang. Di Tangerang sempat kerja di rumah sakit," sebut Mula.

Jenazah Fery Saut Simanjuntak, korban penembakan Bripka CS, tiba di rumah duka di Medan, Sumut (Datuk Haris/detikcom)Jenazah Fery Saut Simanjuntak, korban penembakan Bripka CS, tiba di rumah duka di Medan, Sumut. (Datuk Haris/detikcom)

Lalu, kata Mula, anaknya keluar dari pekerjaan itu. Fery sempat menganggur hingga kemudian bekerja di Cengkareng.

"Lama-kelamaan, dia keluar dari kerjaannya itu, nggak kerja lagi, ada sampai 2 tahun kayak jadi gelandang di Jakarta. Sebelum pandemi COVID-19, dia jumpa sama bapak ini (seseorang), yang punya rumah makan Cengkareng, kerja di situ dia sampai wafat semalam, pukul 04.00 WIB pagi," sebut Mula.

Mula berharap pelaku yang membunuh anaknya itu dihukum sepantasnya. "Harapan saya, dihukum yang sepantasnya, jangan mati dibalas mati. Cemana bagusnya lah," ujar Mula.

Sebelumnya, jenazah Fery Saut Simanjuntak tiba di rumah duka di Medan, Sumut. Pihak keluarga histeris begitu jenazah Fery tiba di rumah duka.

Pantauan detikcom, jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 10.30 WIB. Jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, dengan pengawalan oleh pihak kepolisian.

Saat jenazah tiba di rumah, keluarga yang telah menunggu tampak histeris. Mereka menangis menyambut jenazah Fery Saut. Kemudian, petugas yang mewakili dari Polda Metro Jaya dan perwakilan Polda Sumut menyerahkan jenazah ke pihak keluarga.

Insiden penembakan di RM Cafe Cengkareng menimbulkan empat korban, tiga di antaranya tewas. Salah satu korban tewas ialah Fery Saut Simanjuntak. Penembakan itu terjadi pada Kamis (25/2) subuh sekitar pukul 04.00 WIB.

Sementara pelakunya adalah oknum anggota Polsek Kalideres, Bripka CS. Oknum polisi pelaku penembakan ini pun jadi tersangka.

"Kepada tersangka sudah diproses langsung pagi hari ini dan ditemukan dua alat bukti dan olah TKP, sehingga pagi ini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka Pasal 338 KUHP," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada wartawan kemarin.

Penembakan terjadi bermula ketika pelaku menolak saat ditagih membayar minuman sebesar Rp 3,3 juta oleh pengelola kafe. Dalam kondisi mabuk, tersangka Bripka CS menembak empat orang. Tiga orang tewas di tempat, sedangkan satu orang dirawat di RS.

Simak Video: 7 Fakta Terkait Aksi Penembakan Bripka CS di RM Cafe Cengkareng

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)