Pengacara Nurhadi Jelaskan Rezky Herbiyono Terima Rp 35 M untuk Beli Tas-Mobil

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 19:22 WIB
Eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono kembali jalani sidang virtual. Sidang itu digelar terkait kasus suap-gratifikasi yang menjerat keduanya
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi membenarkan menantunya Rezky Herbiyono mendapat uang Rp 35,8 miliar dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto dan digunakan untuk keperluan pribadi. Pengacara Nurhadi, M Rudjito menjelaskan keterangan Nurhadi itu.

"Itu informasi yang diterima pak Nurhadi yang diterima dari Rezky. Karena itu memang ada pertemuan terkait dengan somasi yang diajukan Hiendra kepada Rezky. Itu terkait permintaan kembali, terkait PLTMH yang belum bisa dilaksanakan, saya kira itu yang uang Rp 35,8 miliar," ujar Rudjito di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2/2021).

Rudjito menegaskan saat itu Nurhadi tidak tahu menahu soal peristiwa penerimaan itu. Rudjito juga menyebut Nurhadi tidak menikmati uang itu.

"Sampai saat ini ditegaskan oleh pak Nurhadi tidak ada itu yang namanya aliran uang dari orang-orang yang disebut di dalam dakwaan. Tegas tadi, ditegaskan oleh pak Nurhadi, tidak ada aliran dari siapapun yang disebut dalam dakwaan," ujar Rudjito.

Terkait keterangan Nurhadi soal sarang burung walet, Rudjito mengaku pihaknya akan memberikan sejumlah bukti tentang kebenaran usaha walet itu. Dia juga menyebut Nurhadi masih memiliki 4 sarang burung walet di Jawa Timur.

"Terkait dengan keberadaan sarang burung walet, tadi juga sudah dijelaskan kepemilikan pak Nurhadi atas sejumlah sarang burung walet yang ada di Kediri, Mojokerto, dan Tulungagung, akan kami visualisasikan sarang burung walet yang saya pikir relevan untuk ditayangkan, sekaligus dipaparkan oleh Pak Nurhadi," jelasnya.

Sebelumnya, Nurhadi menyebut menantunya Rezky Herbiyono mendapat uang Rp 35,8 miliar dari Direktur Utama PT MIT Hiendra Soenjoto. Nurhadi mengatakan uang itu digunakan untuk proyek kerja sama PLTN dan sebagian untuk membeli jam, tas, dan mobil.

"Perjalanan waktu (mengetahui Hiendra transfer Rezky) total Rp 35,8 miliar," ungkap Nurhadi.

Nurhadi mengaku tidak mengetahui Rezky menggunakan uang itu untuk apa saja. Namun dia mengetahui uang itu digunakan untuk membeli tas, jam, dan mobil.

"Ya jelaskan. Salah satunya itu betul juga ada tas, jam, dan sebagainya itu disampaikan oleh Rezky. Saya detail nggak tahu. Tapi global yang disampaikan Rezky, dibelikan jam untuk dijualbelikan dan tas. Yang saya tahu itu, tambah lagi mobil dia sampaikan itu," jelas Nurhadi.

Dalam sidang yang sama, keterangan Nurhadi itu juga dibenarkan oleh Rezky. Rezky mengaku uang itu berkaitan dengan kerja sama terkait PLTU.

"BAP: uang dari Hiendra Soenjoto sebesar Rp 35,730 miliar tidak ada yg secara langsung saya pergunakan untuk proyek mini hydro. Saya pergunakan untuk keperluan pribadi saya dan keluarga saya, betul?" tanya jaksa KPK ke Rezky.

Rezky membenarkan BAP yang dibacakan jaksa itu. "Betul, karena saya sampaikan secara tidak langsung saya membiayai terlebih dahulu. Jadi otimatis saya biayai dulu, baru Pak Hiendra memasukan investasinya," kata Rezky saat diperiksa sebagai terdakwa.

Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Hiendra Soenjoto yang disebut Nurhadi dalam sidang ini juga merupakan terdakwa dalam kasus ini. Hiendra didakwa memberi suap ke Rezky dan Nurhadi agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. (dwia/dwia)