Sidang Kasus Suap-Gratifikasi Nurhadi

Nurhadi Jelaskan Gaji Bulanan di MA hingga Aset Vila di Megamendung

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 17:23 WIB
KPK mengumumkan penangkapan tersangka kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar, eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.
Eks Sekretaris MA, Nurhadi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, mengungkapkan gaji per bulan saat menjabat Sekretaris MA. Nurhadi juga membeberkan sejumlah aset.

"Semua buku tabungan saya kasih ke istri saya. Tapi, kalau ditanya berapa besarannya itu total Rp 50 sampai Rp 60 juta semua per bulannya," kata Nurhadi saat pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2021).

Sedangkan gaji istri Nurhadi, Tin Zuraida, yang merupakan PNS, adalah Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per bulan. Dia juga menyebut, selain gaji, memiliki aset lain, yaitu sarang burung walet.

"Usaha lain itu budi daya walet. Nggak hanya burung waletnya, termasuk bisnis rumahnya. Ada 10 rumah sarang burung walet," katanya.

Namun saat ini dia mengaku usaha sarang waletnya itu ada 4. Dia mengaku sudah melaporkan usaha itu di LHKPN.

"Ada di Mojokerto dua, Tulungagung, dan Sambi Kediri. Sarang burung saya tinggal 4, jadi saya laporan 4-nya itu di LHKPN, termasuk SPT saya tertib itu," jelasnya.

Namun Nurhadi hanya mengisi LHKPN pada 2012 saja. Selebihnya, dia tidak mengisi LHKPN dengan alasan KPK sudah menyita sejumlah dokumen sebelum dia mengisi LHKPN untuk selanjutnya.

"Saya menjelang pensiun dini sudah saya siapkan dokumen-dokumen, dan akan saya laporkan menjelang akhir jabatan kemudian ada penggeledahan jadi dokumen ada disita," ucap Nurhadi.

Nurhadi Jelaskan soal Aset Miliknya

Lebih lanjut, Nurhadi juga menjelaskan sejumlah aset yang dimilikinya. Dia mengaku sekitar 2008 dia membeli tanah 4.500 meter persegi dan 2.500 meter persegi di Cikopo, Megamendung.

"Kurang-lebih tahun 2008-2009 kami membeli tanah kosong dari seorang Ibu yang namanya Megah Wati, luasnya 4.500-an meter. Kemudian tahun 2018 akhir tanah sebelah punya saya, ada ahli waris di Singapura luasnya 2.500 saya beli sekitaran Rp 550 juta lah, pada akhir 2014, keduanya adalah tanah kosong," ungkap Nurhadi.

Nurhadi juga mengaku memiliki apartemen beberapa unit di District 8. Dibeli pada 2012 seharga Rp 2 miliar.

Lalu, ada aset ruangan kantor yang dia beli sekitar 2014. Harganya itu, kata Nurhadi, sekitar Rp 2 miliar.

"Beli office8 lantai 11 melalui developer, caranya berangsur 2 tahun. Itu sampai akhir 2014 atau 2018 baru selesai. Harganya sekitar Rp 2 miliar lah," sebut Nurhadi.

Nurhadi didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi didakwa bersama menantunya Rezky Herbiyono, jaksa mengatakan Nurhadi dan Rezky menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

(zap/dkp)