Menantu Nurhadi Akui Terima Rp 35 M dari Hiendra Soenjoto, Dipakai Buat Apa?

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 19:09 WIB
Penyidik KPK menuntaskan penyidikan eks Sekretaris MA Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiyono. Keduanya pun diketahui akan segera disidang.
Foto: Menantu eks Sekretaris MA Nurhadi, Rezky Herbiyono (Ari Saputra)
Jakarta - Menantu mantan Sekretaris MA Nurhadi, Rezky Herbiyono mengaku menerima uang Rp 35 miliar dari Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto dan dipakai untuk keperluan pribadi. Rezky mengaku uang itu berkaitan dengan kerja sama terkait PLTU.

"BAP: uang dari Hiendra Soenjoto sebesar Rp 35,730 miliar tidak ada yang secara langsung saya pergunakan untuk proyek mini hydro. Saya pergunakan untuk keperluan pribadi saya dan keluarga saya. Betul?" tanya jaksa KPK Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2021).

Rezky membenarkan BAP yang dibacakan jaksa itu. Namun Rezky mengaku menggunakan uang itu untuk keperluan pribadinya, karena sebelumnya dia memakai uangnya sendiri untuk proyek PLTU.

"Betul, karena saya sampaikan secara tidak langsung saya membiayai terlebih dahulu. Jadi otomatis saya biayai dulu, baru Pak Hiendra memasukkan investasinya," kata Rezky saat diperiksa sebagai terdakwa.

Rezky Herbiyono mengaku tidak ada transaksi lain dengan Hiendra. Menurut Riezky, uang yang diterimanya dari Hiendra itu hanya terkait proyek PLTU.

Lebih jauh, Rezky juga menjelaskan tentang pinjaman Rp 80 miliar kepada Iwan Liman yang berkaitan dengan perkara PT MIT milik Hiendra dengan PT KBN. Rezky mengaku telah mengelabui Iwan Liman agar mendapat Rp 4 miliar.

"Saya waktu itu search website KBN. Di situ ada terkait MIT dan KBN. Di situ saya ngerti, oh ternyata ada masalah ini, di situlah timbul pemikiran mau saya manfaatkan. Karena apa? Saya pegang ceknya Pak Hiendra, karena posisinya pada saat itu saya ngerti ada problem itu, dan saya pegang cek Pak Hiendra. Nah di situ saya manfaatkan Iwan Liman," kata Rezky.

"Karena Iwan Liman ini orangnya selalu tergiur dengan uang, kalau dia tahu ada nominal besar, dan menguntungkan dia dengan modal kecil, dia pasti minat. Dan pemikiran saya cuma satu, bagaimana caranya uang saya yang dimakan dia (Iwan Liman) ini bisa kembali. Karena itu saya panggil Iwan Liman, 'Wan ini ada perkara kamu mau nggak modalin. ini bisa jadi win win solusi. Ini perkara Pak Hiendra bisa dapat ganti rugi Rp 80 miliar kalau menang, tapi kan musti tambah Rp 4 miliar lagi'. Setelah itu Iwan setuju," lanjut Rezky, sambil mengulas percakapannya dengan Iwan Liman.

Jaksa kemudian mencecar Rezky. Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2