Warga Kampung Tangguh Grogol Produksi Empon-empon untuk Tetangga Kena COVID

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 16:31 WIB
Minuman herbal empon-empon buatan warga Jakbar
Foto: Minuman empon-empon buatan warga Jakbar (dok. RW 09 Grogol Jakbar)
Jakarta -

Sekitar 5 sampai 10 ibu-ibu warga RW 09, Kelurahan Grogol, Jakarta Barat (Jakbar) berkumpul tiap Minggu untuk membuat minuman herbal yang populer di masa pandemi COVID-19, empon-empon. Di salah satu rumah yang dijadikan dapur umum warga, para ibu-ibu itu dengan tekun mengiris rempah-rempah yang merupakan bahan utama minuman empon-empon.

"Kegiatan rutin kami adalah menyemprotkan disinfektan ke rumah warga semuanya, kerja sama dengan damkar Jakarta Barat di hari Sabtu. Hari Minggu, kami lakukan pemberian empon-empon kepada warga, terutama pada mereka yang melakukan isolasi mandiri (positif COVID-19). Sudah beberapa pekan terakhir empon-empon ini kami bagikan ke semua warga, bukan hanya yang COVID saja," jelas salah satu tokoh agama di RW 09 Grogol, Jakbar, Ustaz Zaenuddin Noor kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Zaenuddin menuturkan ide bagikan empon-empon ke warga ini datang dari seorang warga bernama Lutfi saat awal pandemi. Puluhan warga, kala itu, terpapar COVID-19.

"Ide membuat empon-empon ini berawal dari Maret, pandemi masuk. Kemudian sampai 2020 itu kami ada 80 sekian warga, yang positif COVID 51orang, yang 29 negatif. Saya sendiri sekeluarga kena. Salah satu tokoh di sini, namanya Bang Lutfi, dari Gerakan Anti (GA) COVID-19 rutin memproduksi empon-empon,"

"Sampai sekarang terbentuk Kampung Tangguh Jaya di 28 Januari 2021, saya anggap (Kampung Tangguh Jaya) sebagai rumah bagi kami. Karang Taruna, GA COVID-19, Pemuda Pancasila, ibu-ibu PKK dan sebagainya, dan kami ini sekarang sudah menyatu semua di Kampung Tangguh Jaya," tutur Zaenuddin.

Zaenuddin menyampaikan kegiatan warga dalam menanggulangi COVID-19 kemudian mendapat dukungan dari kepolisian, TNI serta kelurahan. Khusus empon-empon, jumlah produksinya bertambah berkat sumbangan modal.

"Kami dapat dukungan dari Pak Kapolsek untuk pendanaannya. Termasuk juga Pak Kapolres. Di sini ada 11 RT, kami sekali produksi itu mengeluarkan Rp 1-1,5 juta. Jadi kami keliling ke jalan-jalan, kami tawarkan ke warga, yang mau ya silakan ambil gratis. Sekarang produksi empon-empon sehari bisa 25 liter," terang Zaenuddin.

"Kalau yang warga isolasi mandiri menjadi konsentrasi kami, kami berikan bisa 3 botol lebih empon-empon. Jadi awalnya kami bagikan dengan takaran gelas untuk warga, tapi saat ini kami sudah memproduksi dalam bentuk botol," sambung dia.

Saat ini, Zaenuddin mengaku RW 09 Grogol berhasil menjadi daerah hijau COVID-19. Dari 23 warga yang positif pada awal Februari, semua dinyatakan sembuh saat ini.

"Kalau 2021, rentang waktu 2 bulan ada 23 orang yang positif, kemudian alhamdulillah dua minggu lebih, kami zero kasus COVID-19. Sebelumnya kami pernah juga 3 bulan zero COVID juga, Oktober-Desember 2020. Ini semua berkat kerja sama semuanya, baik Ibu Lurah, Danramil Kapolsek, Kapolres, warga, PKK, Karang Taruna dan semuanya" ujar dia.

"Di balik pandemi ini ada hikmahnya. Semuanya jadi guyub, jadi bersama, bersatu. Salah satunya itu, dengan adanya Kampung Tangguh Jaya 09," tambah Zaenuddin.

Selanjutnya
Halaman
1 2