Tetap Interaksi, Kampung Tangguh di Tangerang Pantau Warga Kena COVID via Vicon

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 12:32 WIB
Pemantauan warga positif Corona via video conference
Foto: Pemantauan warga positif Corona via video conference (dok. Pengurus RW 15 Bojong Nangka Kelapa Dua Tangerang)
Jakarta -

Warga di RW 15, Kelurahan Bojong Nangka, Kelapa Dua, Tangerang, Banten punya cara tersendiri untuk memantau kondisi warganya yang positif Corona (COVID-19), yang melaksanakan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Berbekal dua layar televisi LED sumbangan, pengurus lingkungan menjangkau puluhan warga yang terpapar Corona melalui video conference (vicon).

"Sebetulnya kami dengan satgas, dengan tim polisi, kita berbagi kreativitas karena kan kami satu tim. (Ide pantau warga COVID-19 dengan vicon) dari Satgas, gitu intinya. Kemudian juga semangatnya adalah bagaimana kami bisa lebih komunikasinya berjalan lancar dengan warga tersebut," kata Ketua RW 15 Kelurahan Bojong Nangka, Tato Supriyanto (65) kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Tato mengatakan latar belakang tercetus ide pantau warga isoman via video conference karena adanya stigma terhadap penderita COVID-19. Tato menuturkan sebelumnya tak sedikit warga positif COVID-19 yang akhirnya menutup diri, padahal pengurus lingkungan ingin tahu kondisi mereka.

"Mungkin selama ini penderita COVID itu merasa terabaikan, merasa dijauhkan, dikucilkan. Nah gimana kita bisa monitoring mereka untuk tahu perkembangannya mereka, kemudian untuk tahu kesehatan mereka dan kebutuhan apa yang sebetulnya mereka perlukan. Intinya hanya itu saja," ujar Tato.

"Saya pikir dengan kita berkomunikasi dengan mereka, dengan kami menyentuh mereka, paling tidak kan imun mereka naik karena mereka merasa tidak sendirian," imbuh Tato.

Sistem pemantauan warga positif Corona via video conference sudah tiga pekan berjalan. Para pengurus RW memanfaatkan dua layar TV LED yang diberikan oleh pihak kepolisian dalam rangka program Kampung Tangguh Jaya.

"Kami mungkin baru jalan tiga minggu ya. Karena memang selama ini kami coba untuk dengan beberapa kasus yang terjadi, itu kita susah. Kadang-kadang RT-nya kurang monitor atau mungkin kadang-kadang mereka ketakutan dari lingkungannya. Ya karena adanya situasi seperti itulah, kami yang di tingkat RW coba komunikasi dengan warga terpapar lewat virtual itu," jelas Tato.

"Sebelumnya (monitor warga isoman COVID) lewat telepon aja. Saya tanyakan ke pengurus lingkungannya RT, kadang-kadang kami minta nomor teleponnya, kami sapa mereka lewat telepon. Tapi dengan virtual conference ini, kami pengurus jadi bisa lihat kondisi real mereka, itu saja. Kami menggali, gimana kami bisa tatap muka sama mereka, gimana kami bisa komunikasi sama mereka, yang selama ini kami hanya lewat telepon," lanjut Tato.

Simak berita selanjutnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2