Disambut Secara Adat Bengkulu, Gubernur Rohidin Langsung Lantik 7 Bupati

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 12:00 WIB
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah disambut upacara adat begitu tiba usai dilantik di Jakarta (dok Pemprov Bengkulu)
Foto: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah disambut upacara adat begitu tiba usai dilantik di Jakarta (dok Pemprov Bengkulu)
Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tiba di Bengkulu usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Rohidin disambut dengan prosesi adat khas Bengkulu.

Kedatangan Rohidin disambut secara adat oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu serta masyarakat. Rohidin Mersyah disambut tari persembahan penyambutan tamu secara adat Bengkulu.

Atas sambutan secara adat tersebut, Rohidin mengatakan adat istiadat merupakan nilai yang penting dalam melaksanakan pembangunan maupun sebagai pemersatu semua golongan hingga menjadikan satu keluarga besar masyarakat di Provinsi Bengkulu ini.

"Tentu kita selalu mengedepankan yang pertama nilai-nilai adat kita yang menjadi bingkai ketika kita melaksanakan kegiatan pembangunan. Kemudian adat itu menjadi pemersatu, perekat antarelemen antargolongan, sehingga betul-betul menjadi satu keluarga masyarakat Provinsi Bengkulu," tutur Rohidin, Jumat (26/2/2021).

Tampak hadir dalam penyambutan itu, Ketua BMA Provinsi Bengkulu, tokoh masyarakat, Forkompinda, kepala OPD di lingkup Pemprov Bengkulu serta para simpatisan.

Usai penyambutan di Bandara, Rohidin melantik Bupati dan Wakil Bupati terpilih se-Provinsi Bengkulu secara langsung di Balai Raya Semarak Bengkulu. Diketahui ada tujuh kepala daerah yang dilantik di Bengkulu, yakni Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, dan Kaur.

Awalnya pelantikan Bupati dan wakil bupati terpilih se-Provinsi Bengkulu direncanakan dilakukan secara virtual mengingat masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan pelantikan para bupati dan wakil bupati terpilih tersebut guna menindaklanjuti surat dari Kemendagri RI. Hamka menjelaskan persiapannya telah dimatangkan dengan melakukan koordinasi bersama pelaksana harian bupati serta kabag protokol kabupaten masing-masing.

Namun pelantikan secara virtual dibatalkan setelah Kemendagri memberikan izin. Namun pelaksanaan pelantikan disyaratkan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (jbr/jbr)