Formappi Sindir Vaksinasi Anggota DPR: Kalau Bisa Sembunyi, Kenapa Terbuka?

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 11:07 WIB
Peneliti Formappi Lucius Karus
Peneliti Formappi Lucius Karus (dok. detikcom)
Jakarta -

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik Kesetjenan DPR terkait vaksinasi anggota DPR RI beserta keluarga yang digelar secara tertutup. Padahal, menurut Formappi, keterbukaan vaksinasi COVID-19 penting untuk meyakinkan publik.

"Sulit memahami apa yang menjadi dasar pertimbangan DPR, khususnya Kesekjenan DPR, dalam melakukan kegiatan vaksinasi terhadap anggota DPR secara tertutup," kata peneliti Formappi Lucius Karus kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

"Apa coba yang mau disembunyikan dari kegiatan vaksinasi? Sekelas Presiden saja, vaksinasi disiarkan secara langsung, bukan untuk sekadar ajang narsis, tetapi lebih pada upaya sosialisasi sekaligus meyakinkan warga negara bahwa vaksinasi penting dan aman dilakukan demi mengatasi pandemi. Ini sesungguhnya peran penting vaksinasi para elite agar bisa mendorong munculnya keyakinan publik soal penting dan amannya vaksinasi Corona," imbuhnya.

Menurut Lucius, sepatutnya vaksinasi anggota DPR beserta keluarga mencontoh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden Jokowi menggelar vaksinasi secara terbuka guna meyakinkan masyarakat.

"Nah, kesadaran seperti yang dimiliki Presiden tersebut mestinya juga tertanam pada diri anggota DPR. Jika anggota DPR menjadikan alasan posisi mereka masuk kategori pelayan publik sehingga menjadi kelompok prioritas pada gelombang vaksinasi yang kedua saat ini, mereka seharusnya minimal menjadikan kegiatan vaksinasi itu sebagai panggung sosialisasi terkait perlu dan amannya vaksinasi yang mereka terima," ujarnya.

Lucius menilai tertutupnya vaksinasi sebagai bentuk tak percaya diri anggota DPR. Ketertutupan vaksinasi ini juga dinilai bentuk 'malu' terhadap masyarakat.

"Mereka seolah tak percaya diri sebagai pelayan publik. DPR tampak malu pada rakyat mungkin karena kepercayaan rakyat atas mereka yang selalu terlihat rendah selama ini. Ketakberdayaan diri anggota DPR sebagai orang-orang tepercaya mendorong mereka melakukan vaksinasi di ruang tertutup, dengan kawalan staf kesekjenan yang menjadi seolah-olah sebagai bodyguard DPR," ucapnya.

Tak hanya itu, Lucius juga menyoroti diikutsertakannya keluarga anggota DPR divaksinasi. Lucius mempertanyakan mengapa keluarga anggota DPR turut divaksinasi.

"Kalau saja DPR punya alasan kuat mengapa mereka perlu menyertakan keluarga inti, mestinya sih nggak ada persoalan karena pada saatnya nanti semua warga negara juga akan menerima vaksin itu," sebut Lucius.

"Dengan aksi kucing-kucingan yang dilakukan DPR, mereka sesungguhnya mau menegaskan bahwa kebijakan mengangkut rombongan keluarga untuk menerima vaksin bersamaan merupakan sesuatu yang menyimpang. Sesuatu yang menyimpang akan merusak citra dan kehormatan DPR. Maka, kalau bisa sembunyi-sembunyi, mengapa harus terbuka?" imbuhnya.

Simak juga video 'Jokowi Ingin Tunjukkan Pada Dunia Bahwa RI Terdepan Tangani Krisis':

[Gambas:Video 20detik]



Simak soal vaksinasi anggota DPR selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2