Partai Demokrat ke KMD: Jangan Adu Domba AHY dan Ibas, Tak Etis!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 06:45 WIB
HERMAN KHAERON
Foto: Herman Khaeron (Ari Saputra/detikcom)

KMD sebelumnya mendorong nama Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat didampingi Ibas selaku Sekjen. Usulan itu diajukan meski mengesampingkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan Moeldoko memiliki elektabilitas rendah di Pilpres 2024.

"Apa alasannya? Karena kita anggap beliau (Moeldoko) lebih egaliter, lebih humanis, memiliki strong leadership. Kepemimpinan kuat itu secara intelektualitas, kuat secara emosionalitas, dan kuat secara spritualitas," ujar Ketua Umum DPP Kader Muda Demokrat Aswin Ali Nasution di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/2).

Kemudian, Aswin juga menanggapi ihwal kecilnya persentase elektabilitas Moeldoko terkait Pilpres 2024 di salah satu hasil survei. Menurut dia, setelah diadakan KLB Partai Demokrat, hasil survei itu akan berubah.

"Hasil survei yang keluar hari ini itu kan hasil survei sebelum kita melakukan KLB, sebelum Partai Demokrat Reborn (setelah KLB) dan melahirkan kepemimpinan serta kepengurusan baru ke depannya," ucapnya.

"Artinya (hasil survei) tidak bisa menjadi sebuah patokan. Mungkin dengan KLB nanti hasilnya jauh lebih baik," Aswin menambahkan.


(rfs/jbr)