Karangan Bunga Kapolda Metro Terpajang di Rumah Fery Korban Penembakan

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 19:32 WIB
Karangan bunga dari Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran terpajang di rumah duka Fery, korban penembakan Bripka CS, Kamis (25/2/2021)
Karangan bunga dari Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dak Kapolsek Cengkareng Kompol Slamet terpajang di rumah duka Fery, korban penembakan Bripka CS. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Tiga orang tewas dalam insiden penembakan di RM Cafe Cengkareng, Jakarta Barat. Salah satu korban tewas adalah Fery Saut Simanjuntak, seorang waiter di RM Cafe Cengkareng.

Ditemui detikcom pukul 18.50 WIB, di depan rumah duka Fery Saut Simanjutak di kebon Jeruk, Jakbar, terdapat dua karangan bunga. Karangan bunga tersebut merupakan kiriman dari Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Kapolsek Kalideres Kompol H Slamet beserta jajaran.

Menurut penuturan warga, karangan bunga dari Kapolsek Kalideres terlebih dulu tiba di rumah duka sekitar jam 14.00 WIB.

"Ini baru nyampe jam 2 siang, kalau dari Kapolda baru sore tadi," ujar Lilis, tetangga korban, saat ditemui di lokasi, Kamis (25/2/2021).

Sementara belum tampak warga atau kerabat yang melayat ke rumah korban. Menurut Lilis, keluarga Fery juga tidak ada di rumahnya karena sedang di rumah sakit.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para korban. Mantan Kapolda Jawa Timur ini juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Bripka CS.

Polda Metro Jaya akan melakukan langkah cepat dalam penerapan proses hukum kepada Bripka CS. Fadil Imran memastikan Bripka CS akan dipecat dari institusi Polri.

"Kami akan ambil langkah cepat agar tersangka dapat segera diproses dengan pidana, tersangka akan diproses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak jadi anggota Polri," tegas Fadil Imran di Polda Metro Jaya siang tadi.

Insiden penembakan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Penembakan terjadi di RM Cafe.

Ketika itu Bripka CS minum-minum. Saat kafe hendak ditutup pada pukul 04.00 WIB, terjadi percekcokan antara Bripka CS dan pegawai kafe karena persoalan bill Rp 3,3 juta.

Bripka CS kemudian mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan. Tiga orang tewas, salah satunya prajurit TNI AD, dan 1 lainnya terluka akibat kejadian itu.

(mea/mea)