Meski Ada Prioritas, Pemerintah Jamin Masyarakat Mudah Akses Vaksin COVID

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 18:31 WIB
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menjelaskan saat ini terdapat kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19. Meski begitu, ia menjamin masyarakat lainnya dapat mengakses vaksin dengan mudah.

"Selain vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan lansia, saat ini juga sedang dilaksanakan vaksinasi kepada tenaga pendidik, serta wartawan dan pekerja media. Meskipun ada kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin, pemerintah menjamin bahwa nantinya vaksin akan dapat diakses dengan mudah oleh semua kelompok masyarakat yang memenuhi syarat," kata Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Wiku mengatakan dalam menetapkan prioritas penerima vaksinasi, pemerintah menggunakan berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangannya, adalah kondisi lingkungan pekerjaan, kondisi kesehatan, intensitas aktivitas, dan mobilitas serta situasi COVID-19 di lingkungan tempat tinggal.

Kemudian, pemerintah juga mempertimbangkan prioritas daerah yang menerima vaksinasi. Adapun pertimbangannya sebagai berikut kesiapan sarana prasarana pelaksanaan program vaksinasi khususnya kemampuan penyimpanan produk vaksin, dan penyelesaian target vaksinasi tahapan sebelumnya.

"Pada prinsipnya pemerintah sangat presisi dan berhati-hati dalam menentukan prioritas ini. Hal ini sesuai dengan temuan tahun 2021 berupa publikasi bahwa memprioritaskan tenaga kerja bertujuan mempertahankan pelayanan esensial dan vital bagi masyarakat di tahap awal vaksinasi," ujarnya.

Penetapan Prioritas Vaksinasi COVID-19Penetapan Prioritas Vaksinasi COVID-19 (Foto: Dok. Istimewa)

Sementara itu, prioritas vaksinasi lansia bertujuan menekan angka kasus COVID-19 yang parah dan mengancam durasi rawat inap semakin panjang. Serta untuk mengurangi infeksi gejala dan menghentikan penularan.

Wiku juga sempat memberi penjelasan soal vaksinasi yang dilakukan terhadap tahanan KPK. Dia mengatakan keputusan tersebut sudah ditimbang secara matang.

"Prioritas vaksinasi menggunakan pertimbangan yang presisi dan menjunjung aspek keadilan pada prinsipnya pelaksanaan vaksinasi di KPK diberikan untuk orang-orang yang dalam kesehariannya bertugas dan berada di lingkungan KPK," kata Wiku.

Ketetapan vaksinasi terhadap tahanan KPK, jelas Wiku, juga sudah melalui pertimbangan berbasis data. Dia mengatakan sudah lebih dari 100 kasus COVID-19 ditemukan di lingkungan KPK.

Diketahui, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, dan tahanan KPK lainnya mendapatkan vaksinasi COVID-19 terlebih dahulu. Namun, selain tahanan, vaksinasi COVID-19 diberikan kepada pegawai KPK dan wartawan yang bertugas di KPK.

"Saat ini sudah tercatat 100 lebih kasus positif COVID-19 di lingkungan KPK. Kami imbau untuk menerima prioritas vaksinasi agar menggunakan haknya secara bertanggung jawab sesuai dengan pertimbangan medis dan aspek lainnya," ungkap Wiku.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lewat situs resminya menyampaikan total sasaran vaksinasi di Indonesia ada sebanyak 181.554.465 orang. Sebanyak 1.468.764 tenaga kesehatan menjadi sasaran vaksinasi pertama atau prioritas di Indonesia.

Simak video 'Kominfo Berharap Herd Immunity Tercapai Dalam Satu Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/jbr)