11 RT Dekat Tanggul Citarum yang Jebol Masih Banjir, TNI AL Evakuasi Warga

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 17:05 WIB
TNI AL salurkan bantuan dan evakuasi warga desa yang masih terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum
TNI AL menyalurkan bantuan dan evakuasi warga desa yang masih terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum. (dok. TNI AL)
Bekasi -

TNI Angkatan Laut (AL) melaksanakan evakuasi warga dan penyaluran bantuan ke pengungsi korban jebolnya tanggul Sungai Citarum. Hari ini adalah hari kelima operasi kemanusiaan TNI AL di sekitar lokasi kejadian.

"Saat ini masih ada 7 RT di wilayah Desa Jaya Laksana yang masih terendam banjir. Sampai dengan sekarang 4 RT di Cangkring hanya bisa diakses melalui jalur air dengan variasi kedalaman satu sampai dua setengah meter, yang sebelumnya merupakan sawah," jelas Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Banjir Wilayah Karawang-Bekasi TNI AL, Kolonel Laut (T) Wahyudin Arief kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Saat ini akses darat di Desa Sumber Urip, Pembayuran, Bekasi, masih terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum. Kamis (25/02/21). Lokasi banjir di daerah Pembayuran cenderung berarus dan dinilai membahayakan untuk diseberangi.

Untuk menyalurkan bantuan ke pengungsi dan mengevakuasi warga yang bertahan tinggal di rumah, TNI AL menggunakan sekoci karet dan motor tempel. Cara ini dinilai lebih aman dan efektif untuk menembus lokasi pengungsian.

"Sampai dengan hari ini, Satgas Banjir TNI AL telah menyalurkan bantuan berupa bahan makan cepat saji, air mineral, pakaian ganti dan obat-obatan ringan yang disalurkan dari Posko TNI AL Peduli dan Berbagi di wilayah Desa Jayalaksana, cabang Bungin, Bekasi, dengan tetap berkoordinasi langsung dengan perangkat desa setempat," jelas Wahyudin.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono melepas ratusan prajurit TNI AL untuk misi kemanusiaan ini, melalui program TNI AL Peduli dan Berbagi, ke lokasi banjir di Karawang-Bekasi. Para prajurit diberangkatkan dari Kolinlamil Jakarta, bersamaan dengan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam di daerah lainnya.

Sementara Itu, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada) Laksda TNI Abdul Rasyid K mengatakan pihaknya hingga kini masih menyiagakan pasukan dan perlengkapan, manakala dibutuhkan penebalan pasukan di wilayah terdampak jebolnya tanggul Sungai Citarum.

"Sampai saat ini Koarmada I masih tetap menyiagakan personel beserta perlengkapan kedaruratan banjir dan tergabung dalam Satgas Bantuan Banjir di Karawang-Bekasi TNI AL. Hingga kini, di wilayah Pembayuran dan Jaya Laksana Satgas Banjir TNI AL masih tetap menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang masih terisolir akibat putusnya akses darat dan harus melalui jalur air akibat tergenangnya kampung mereka" jelas Abdul lewat keterangan tertulis.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2