Ketua MPR Kirim Bantuan untuk Korban Jebolnya Tanggul Sungai Citarum

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 17:15 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melepas 5 organisasi kemasyarakatan yang akan menyalurkan bantuan sosial ke Kabupaten Bekasi. Adapun keenam organisasi tersebut meliputi Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS), Rescue Ikatan Motor Indonesia (IMI DKI Jakarta), Pemuda Pancasila, Garda Ojol dan Motoladies.

Bamsoet menjelaskan nantinya bantuan akan diberikan untuk korban banjir di 8 desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Diketahui, banjir tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum sepanjang 50 meter.

"Kedelapan desa tersebut yakni Desa Sumberurip, Desa Karangharja, Desa Sumbereja, Desa Karang Patri, Desa Bantarsari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari, dan Desa Bantarjaya. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat setidaknya sudah lima unit rumah hanyut serta ribuan rumah rusak akibat musibah tersebut. Menyebabkan hingga 6.500 warga mengungsi di 16 titik pengungsian," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan mengingat mayoritas warga merupakan petani, banjir juga menyebabkan sekitar 280 hektare lahan persawahan rusak.

Ia berharap dengan adanya gerakan gotong royong dan saling peduli dapat mengurangi beban para korban.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga pemerintah pusat harus meningkatkan sinergitas dalam membenahi infrastruktur penanggulangan banjir, seperti tanggul Sungai Citarum. Karena menurut informasi warga sekitar, tanggul Sungai Citarum tersebut sudah rapuh sejak tahun 2010. Selama ini warga secara mandiri menahan tanggul dengan menumpuk karung berisi pasir atau tanah," jelasnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menyampaikan infrastruktur yang tidak kuat membuat tanggul jebol. Terlebih saat terjadi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dan limpahan air yang deras.

Hal ini mengingat kapasitas maksimal tampung Sungai Citarum dalam keadaan normal rata-rata hanya sekitar 800 meter kubik.

"Akibat cuaca ekstrim beberapa hari lalu, limpahan airnya dikabarkan mencapai 1.300 meter kubik. Selain menguatkan infrastruktur tanggul, pemerintah pusat hingga daerah juga perlu membenahi daerah aliran sungai (DAS) di sepanjang Sungai Citarum. Mengembalikan lagi ke fungsi awalnya sehingga tidak banyak bangunan liar yang berdiri di sana," pungkasnya.

(ega/ega)