Perkosa 2 Anak Tiri, Pria di Aceh Ditangkap Polisi

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 12:36 WIB
Poster
Ilustrasi Pelecehan Seksual (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap seorang pria di Aceh Besar, Aceh, karena memperkosa dua anak tiri. Pelaku juga disebut mengancam akan membunuh korban bila melapor ke ibunya.

Aksi pemerkosaan itu dilakukan pria berinisial MUS (43). Pelaku memperkosa kedua anak tirinya yang masih berusia 10 dan 12 tahun.

"Kedua korban diperkosa saat tidur di kamar mereka. Pemerkosaan itu terjadi ketika ibu korban atau istri pelaku sedang tidak di rumah," kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan Citra Yudha, Rabu (24/2/2021).

Ryan mengatakan aksi pemerkosaan itu terungkap setelah korban buka suara. Keduanya melapor ke ibunya perihal perlakuan ayah tirinya. Kasus itu pun akhirnya dilaporkan ke Polresta Banda Aceh.

Setelah mendapat laporan, polisi turun tangan melakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya ditangkap di rumahnya, Senin (22/2) dini hari.

"Kita imbau kepada seluruh warga untuk selalu mengawasi anak-anak di mana pun mereka berada, berikan perhatian khusus kepada mereka, apalagi jika anak masih di bawah umur yang masih membutuhkan perhatian dan pengawasan ekstra dari orang tua," jelas Ryan.

"Jangan mudah percaya dengan orang, bahkan orang dekat sekalipun seperti contoh kasus yang terakhir ini, yang seharusnya orang tua melindungi anak- anaknya, malah terjadi hal-hal yang tidak senonoh terhadap anaknya, walaupun anak tersebut bukan darah dagingnya," sambungnya.

Secara terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh Ipda Puti Rahmadiani mengatakan tersangka sudah berulang kali memperkosa kedua anak tirinya sejak 2020. Namun korban baru buka suara akhir pekan lalu.

"Mereka akan dibunuh jika memberitahukan kepada ibunya apa yang telah dilakukan oleh sang ayah tiri tersebut," jelas Puti.

Saat ini, polisi membawa korban melakukan konseling ke psikiater untuk menyembuhkan trauma yang dialami. Sedangkan tersangka dijerat dengan dengan Pasal 50 Jo 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh guna mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya. (hel/hel)