Akhir Sengketa Merek Air Mineral 'Cristaline' Prancis vs 'Crystalline' Lokal

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 11:24 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak gugatan sengketa merek PT Pepper Tree Investama terhadap perusahaan Prancis, Gie Cristaline. MA menegaskan Gie Cristaline sebagai pemegang merek air mineral 'Cristaline'.

Kasus bermula saat PT Pepper Tree Investama menggugat Gie Cirtaline ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada 2016 silam. PT Pepper Tree Investama menyatakan telah mendaftarkan merek dengan merek 'Crystalline' ke Kemenkum HAM.

Pendaftaran itu terkendala karena merek yang mirip, Cristaline telah dikantongi oleh Gie Cristaline yang beralamat hukum di 70 Avenue des Sources, 03270 Saint Yorre, Prancis. PT Pepper Tree Investama menyebut Gie Cristaline sudah bertahun-tahun berjualan air mineral dengan merek tersebut di Indonesia. Atas hal itulah gugatan diilayangkan ke PN Jakpus.

Pada 2 Mei 2018, PN Jakpus menolak gugatan PT Pepper Tree Investama. Alasannya, merek Cristaline masih dipakai Gie Cristaline dan masih aktif di Prancis dan beberapa negara lain. Putusan PN Jakpus dikuatkan majelis kasasi pada 14 November 2018.

Akhirnya PT Pepper Tree Investama mengajukan upaya hukum pamungkas, yaitu Peninjauan Kembali (PK). Apa kata MA?

"Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali PT Pepper Tree Investama tersebut," ujar majelis hakim yang diketuai Sunarto dengan anggota Yakup Ginting dan Zahrul Rabain sebagaimana dilansir website MA, Rabu (24/2/2021).

Majelis menyatakan merek Cristaline dengan Nomor Pendaftaran IDM000051968 untuk kelas 32 (bir, jenis-jenis bir, air mineral, air soda dan air minuman lain tidak beralkohol, air buah, sirup dan kesediaan air untuk membuat minuman tersebut) dengan tanggal pendaftaran 30 September 2005 dengan jangka waktu perlindungan 10 tahun terhitung sejak tanggal 28 Januari 2004, telah diperpanjang tanggal 17 Juli 2013 sehingga masa perlindungan habis pada tanggal 28 Januari 2024.

"Dan sewaktu perpanjangan telah memenuhi persyaratan sebagaimana Pasal 36 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis," ujar majelis.

Atas gugatan itu, Gie Cristaline tidak pernah datang dan memberikan jawaban baik di tingkat pertama, kasasi atau pun PK.

Simak versi PT Pepper Tree Investama dan jawaban Kemenkum HAM di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2