Elektabilitas PKS di Survei Naik, Buah Manis Konsistensi Jadi Oposisi?

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 19:09 WIB
Lambang baru PKS.
Foto: Lambang baru PKS (screenshoot video)
Jakarta -

Sejumlah lembaga survei merilis hasil kajian terkait elektabilitas partai politik. Saat sejumlah partai mengalami penurunan elektabilitas, PKS justru mendapat kenaikan persentase elektabilitas.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai peningkatan elektabilitas PKS merupakan hasil dari konsistensi PKS sebagai oposisi pemerintah. Status PKS sebagai oposisi dinilai mampu menarik hati kelompok masyarakat yang antipemerintah.

"Ini buah manis dari konsistensi PKS ya, selalu kritis terhadap pemerintah. Jadi kelompok-kelompok yang antipemerintah, ingin ganti presiden 2019, muara politiknya ke PKS," kata Adi saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

"Itu yang kemudian membuat PKS menjadi kanal kelompok-kelompok di luar pemerintahan yang saat ini memang cenderung banyak parpol yang ingin menjadi bagian dari pemerintah," sambungnya.

Selain itu, sentimen politik islam dinilai menjadi keunggulan PKS. Adi menilai kelompok Islam perkotaan cenderung menyalurkan aspirasi politik mereka ke PKS.

"Kedua memang harus diakui, ini juga tidak terlepas dari kuatnya sentimen politik Islam. Jadi kelompok-kelompok Islam terutama yang di perkotaan, yang merasa tidak nyaman dengan kondisi politik saat ini memang memilih PKS sebagai kanal untuk menyalurkan aspirasi politiknya," katanya.

Menurut Adi, PKS akan mampu mendapat angka dua digit dalam Pemilu 2024. Namun Adi menekankan perlunya PKS konsisten mempertahankan posisi sebagai oposisi serta membuat entakan politik yang dapat mendongkrak suara masyarakat ke PKS.

"Ya orang melihat konsistensinya itu ke depan diuji sampai 2024 ke masih kuat atau tidak. Di samping itu tentu saja publik rakyat ingin melihat apakah PKS bisa menciptakan 1 momentum politik yang menjadi entakan, yang menjadi titik tolak bagi PKS, bagi banyak orang untuk, apa namanya menjadi entakan bagi PKS merebut simpati publik," ungkapnya.

Simak analisis pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2