Elektabilitas Turun di Litbang Kompas, Gerindra Santai Saja

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 15:16 WIB
Habiburokhman (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).
Habiburokhman (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Gerindra angkat bicara mengenai elektabilitasnya yang menurun dalam survei Litbang Kompas. Gerindra santai menyikapi hasil survei tersebut.

"Kami santai saja menyikapinya sebagaimana kami menyikapi hasil survei lain yang sebut survei kami tetap tinggi," kata Waketum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Menurut Habiburokhman, secara persentase Gerindra memang mengalami penurunan. Namun, kata Habiburokhman, selisih penurunan itu masih jauh jika dibandingkan partai yang ada di bawah Gerindra.

"Persentase memang turun, tetapi selisih dengan partai di bawahnya masih sangat jauh, kami hampir dua kali lipat," ujarnya.

Meskipun begitu, Habiburokhman akan tetap menjadikan hasil survei sebagai bahan evaluasi Gerindra. Ia mengatakan Gerindra akan terus memaksimalkan kinerja para kadernya.

"Tetap saja hasil survei ini jadi bahan evaluasi kami. Kami harus semakin maksimal melakukan kerja politik," ujarnya.

"Para anggota Dewan kami wajibkan merapat ke dapilnya masing-masing. Selain turun langsung membantu rakyat yang kesusahan, juga gencar menyerap aspirasi yang harus diperjuangkan di DPR," sambungnya.

Survei Litbang Kompas sebelumnya merilis hasil survei elektabilitas partai politik pada harian Kompas edisi 22 Februari 2021. Di situ, elektabilitas Partai Gerindra menurun dari tahun sebelumnya.

Survei Litbang Kompas ini diadakan pada 27 Desember 2020-9 Januari 2021 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error 2,83 persen. Di survei Januari 2021 ini, sebanyak 47,3 persen menyatakan tidak tahu, rahasia, atau golput.

Saat ini, Partai Gerindra diketahui sebagai peraih suara terbesar kedua di Pemilu 2019 dengan 12,57 persen suara. Pada survei Oktober 2019, elektabilitas Gerindra 13,6 persen dan turun menjadi 12,6 persen pada survei Agustus 2020.

(hel/gbr)