TNI AU Tabur Garam Hingga di Atas Lampung Timur Agar Jabodetabek Tak Hujan

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 13:06 WIB
Pesawat CN-295 milik TNI AU tabur garam di Selat Sunda hingga Lampung Timur
Foto: Pesawat CN-295 milik TNI AU tabur garam di Selat Sunda hingga Lampung Timur (dok Instagram resmi TNI AU)
Jakarta -

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispen AU) telah menabur 2,4 ton, dari semula 800 kg garam, untuk memodifikasi cuaca agar hujan tak turun di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Garam ditabur di atas wilayah Selat Sunda, Ujung Kulon dan Lampung Timur.

"Untuk melaksanakan proses penyemaian awan melalui operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim), Senin (22/2), pesawat CN-295 A-2901 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma yag diterbangkan Kapten Pnb Riyo dan Kapten Pnb Iskandar mengangkut sejumlah garam 2,4 ton," tulis TNI AU dalam akun Instagram resminya, seperti dilihat detikcom, Selasa (23/2/2021).

Berton-ton garam itu ditebar dari ketinggian 10 ribu sampai 12 ribu kaki. Garam ditabur di awan yang berpotensi mengakibatkan hujan.

"Pada ketinggian 10.000 s/d 12.000 feet, pesawat CN-295 menabur garam di awan yang berpotensi mengakibatkan hujan di kawasan Selat Sunda, Ujung Kulon dan Lampung Timur sehingga hujan tidak masuk ke daerah Jabodetabek," tulis TNI AU.

Sebelumnya diberitakan, TNI AU melakukan modifikasi cuaca agar hujan tak turun di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Hujan dipindah ke wilayah perairan.

"Teknologi modifikasi cuaca (TMC), nah ini kan kami tiga hari ini bekerja keras memindahkan hujan. Jadi TMC itu yang hujan kemungkinan jatuhnya di Jakarta, kami semai di daerah lautan, sehingga jatuhnya di laut. Pertumbuhan awannya kami modifikasi ditempat yang kami inginkan jatuh hujan," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah kepada detikcom, hari ini.

Menurut Indan, tak turun hujan deras seperti yang terjadi di Sabtu (20/2) berkat TMC. Kegiatan modifikasi cuaca ini dilakukan TNI AU bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Makanya beberapa hari ini, setelah hujan deras hari Sabtu, tidak ada hujan. Bisa dikatakan karena kontribusi ini. Ini kegiatan bersama BPPT, teknologinya di BPPT," ujar Indan.

Dia menuturkan, Minggu (21/2) pagi, pesawat Casa C-212 milik TNI AU terbang dengan membawa 800 kg garam. Kemarin, TNI AU mengerahkan armada pesawat tambahan untuk memodifikasi cuaca, yakni CN-295.

Pesawat CN-295 milik TNI AU tabur garam di Selat Sunda hingga Lampung TimurFoto: Pesawat CN-295 milik TNI AU tabur garam di Selat Sunda hingga Lampung Timur (dok Instagram resmi TNI AU)

Tonton Video: Prakiraan Cuaca BMKG: Seluruh Wilayah RI Diguyur Hujan

[Gambas:Video 20detik]



(aud/hri)