Round-Up

Cuti Bersama 2021 Dipangkas Demi Corona Tak Ngegas

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 07:57 WIB

Muhadjir mengatakan pemangkasan ini dilakukan untuk menghindari penumpukan masyarakat di saat cuti bersama. Muhadjir menilai penumpukkan massa itu berbahaya apalagi di era pandemi.

"Jangan sampai terjadi penumpukan pada satu hari dan justru akan berbahaya," ujar Muhadjir.

Alasan Cuti Bersama Dipangkas

Muhadjir mengungkapkan beberapa alasan pengurangan libur, yakni kurva peningkatan COVID-19 belum melandai meski berbagai upaya sudah dilakukan. Sehabis libur panjang, ada kecenderungan kasus COVID-19 mengalami peningkatan.

Lalu, mobilitas masyarakat cenderung naik. Sementara itu, program vaksinasi sedang berjalan.

"Oleh karena itu, pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat," tutur Muhadjir.

Pemerintah juga tetap mengimbau masyarakat menjalankan 5M protokol kesehatan dan berusaha bersama-sama memutus rantai penularanCOVID-19. Pemerintah meminta masyarakat terus menjalankan protokol kesehatan selagi proses vaksinasi berlangsung.


DPR Dukung Pemerintah Pangkas Cuti Bersama

DPR mengapresiasi keputusan pemerintah terkait pemangkasan cuti bersama. DPR mengatakan pemangkasan ini perlu dilakukan untuk menekan kasus Corona di RI.

"Sesuai dengan imbauan DPR dan juga pernyataan dari MenPAN, kami apresiasi kepada pemerintah yang kemudian memangkas libur cuti bersama dari 7 hari menjadi 2 hari untuk mencegah lonjakan COVID yang tinggi di hari-hari libur," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Senin (22/2).

Dasco menyebut Indonesia tengah berjuang keras menekan COVID lewat vaksinasi. Langkah vaksinasi ini, kata Dasco, harus diimbangi strategi pencegahan yang efektif, termasuk memangkas libur panjang.

Ketua Harian Partai Gerindra ini menyebut libur panjang kerap menyumbang lonjakan kasus COVID. Untuk itu, dia menyebut DPR mendukung pemangkasan cuti bersama 2021 ini.

"Kita sedang berusaha dengan keras menekan lajunya COVID ditambah dengan vaksinasi itu harus diimbangi dengan tindakan pencegahan berupa memangkas libur-libur panjang yang berpotensi membuat lonjakan COVID," ucap Dasco.

Halaman

(zap/zap)