4 IRT di NTB Dipidanakan, PKB: Jangan Ada Kesan Hukum Tajam ke Orang Lemah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 06:29 WIB
Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 dipimping oleh Ahmad Basarah (PDIP), Bambang Soesatyo (Golkar), Ahmad Muzani (Gerindra), Lestari Moerdijat (NasDem), Jazilul Fawaid (PKB), Syarief Hasan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Arsul Sani (PPP), dan Fadel Muhammad (DPD).
Jazilul Fawaid (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Sebanyak 4 orang ibu rumah tangga (IRT) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dipidanakan karena melempar batu ke pabrik rokok setempat. PKB meminta hukum dijalankan dengan mengedepankan rasa keadilan.

"Jangan ada kesan hukum tajam ke orang lemah, tumpul bagi yang kuat," kata Anggota Komisi III dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Jazilul menilai proses hukum 4 IRT itu berjalan cepat. Tapi, sebut dia, jika ada rakyat kecil yang melaporkan perusahaan, laporannya malah tidak diproses.

"Bahkan cepat sekali prosesnya. Sementara laporan rakyat kecil pada perusahaan itu malah masuk 'tong sampah'," sebut Waketum PKB itu.

Jazilul mendorong agar upaya restorative justice diterapkan dalam kasus 4 IRT. Dia menegaskan bahwa hukum harus diterapkan dengan cara tidak melukai keadilan.

"Hemat saya, restorative justice bisa menjadi salah satu kebijakan yang dapat diterapkan. Hukum yang tidak melukai rasa keadilan masyarakat. Restorative justice, lewat mediasi kekeluargaan," katanya.

Diketahui 4 IRT ini dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP dan ancaman hukum penjara 5 tahun 6 bulan. Jazilul meminta kerugian yang timbul akibat tindakan 4 IRT itu didalami, serta laporan terhadap perusahaan dimaksud juga diusut.

"Pasal apa itu kok ancamannya berat. Emang kekerasan apa yang dilakukan oleh ibu-ibu lemah itu? Perlu telaah mendalam terkait kerugian yang diakibatkan," sebut dia.

"Sejalan dengan itu segera diusut laporan kesalahan yang dilakukan perusahaan itu yang menjadi sumber masalahnya," imbuh Jazilul.

Simak juga video 'Komjen Listyo: Tak Boleh Lagi Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas!:

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2