Ahli Forensik Sebut Solar-Tiner Ditemukan di Beberapa Lantai Gedung Kejagung

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 19:31 WIB
Jaksa tunjukan kaleng terbakar ke saksi sidang kebakaran Kejagung
Jaksa menunjukan kaleng terbakar ke saksi sidang kebakaran Kejagung. (Dwi/detikcom)
Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan ahli forensik dalam sidang kasus kebakaran gedung utama Kejagung RI. Ahli menyebut ditemukan fraksi solar dan fraksi tiner di lokasi Kebakaran Kejagung.

"Kita ambil beberapa titik sampel diperiksa di laboratorium. Dari pemeriksaan kita temukan di lantai 6 bahwa ada kandungan fraksi solar dan fraksi tiner," ujar saksi ahli forensik Nurcholis dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2021).

Nurcholis saat ini menjabat Kasubdit Lakabakar Puslabfor Bareskrim Polri. Nurcholis mengaku ikut melakukan olah TKP dan memeriksa sampel di lokasi.

Nurcholis mengatakan menemukan beberapa botol berisi cairan solar dan tiner. Fraksi solar dan tiner sendiri disebut ditemukan dari lantai dasar hingga lantai 6 gedung utama Kejagung.

"Ini ada satu botol plastik berisi cairan di lantai 5, fraksi solar, 1 botol plastik berisi cairan di lantai 3, ini ada fraksi solar juga. Kemudian 2 botol plastik ini di lantai 1. Di lantai 6 ada di lokasi pertama tadi," kata Nurcholis.

Selain botol berisi cairan, Nurcholis mengatakan pihaknya juga menemukan adanya kaleng yang terbakar di lantai 6 Kejagung. Tidak hanya itu, dia juga menyebut mengambil sampel potongan kerangka dinding yang terbakar.

"Di TKP kita menemukan kaleng yang terbakar, kaleng kita temukan di lantai 6. Besi yang terbakar di lantai 6, kita ambil potongan-potongan kerangka dinding," ujar Nurcholis.

Nurcholis menyebut sumber api pertama berada dari lantai 6 gedung utama Kejagung. Menurutnya, hal ini disimpulkan berdasarkan analisis tingkat kerusakan terparah setiap lantai.

"Kita kaitkan dengan, kenapa kok kejadian ini cepat proses penjalaran apinya. Nah, secara singkat, salah satunya kita melakukan pemeriksaan, untuk menambah menjelaskan tingkat kerusakannya. Kenapa cepat, itu sekaligus dengan adanya terdeteksinya fraksi solar," kata Nurcholis.

"Dari proses kegiatan analisis tingkat kerusakan dapat kita simpulkan bahwa lokasi api pertama dari tingkat kerusakannya kita simpulkan pertama muncul di lantai 6," sambungnya.

Namun, dia menyebut penyebab kebakaran masih menggunakan teori probability atau masih terbukanya kemungkinan lain penyebab terjadinya kebakaran. Menurutnya, teori ini digunakan di berbagai negara.

"Kita tidak bisa memastikan antara bara dengan api sudah maksimal, bahwa dua-duanya bisa menyebabkan timbulnya kebakaran. Untuk penyebab kebakaran pendekatan kemungkinan, itu digunakan di berbagai negara," tuturnya.

Diketahui, dalam kasus ini sebanyak enam pekerja proyek didakwa melakukan kelalaian yang mengakibatkan kebakaran. Atas perbuatannya, keenam terdakwa pun didakwa Pasal 188 KUHP juncto 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak video 'Hakim Cecar Pamdal Kejagung Terkait Kepulangan Pekerja Proyek':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/zap)